Seriau,- Milad ke 17 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dimeriahkan dengan 34 rangkaian kegiatan dimulai sejak 9 Mei hingga 28 Juni mendatang.
Puncak Milad ke-17 tahun diawali dengan Sidang Senat Terbuka 28 Juni menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto sekaligus mengisi orasi ilmiah
Hal tersebutkan dikatakan Rektor Umri Dr. Saidul Amin saat konferensi pers, Selasa (24/6/) di Gedung Rektorat Umri.
Dikatakan rektor, semarak Milad UMRI ke 17 ini mengusung tema " Inovasi, Kolaborasi, dan Internasionalisasi". Saidul menjelaskan bagaimana perjalanan UMRI membangun prestasi dan keilmuan.
Melalui Inovasi, kolaborasi dan Internasionalisasi UMRI mampu membuat terobosan yang luar biasa melalui kekuatan yang ada sehingga menjadi keunggulan menutupi dan kelemahan menjadi pencapaian yang sama di cita-citakan.
Selain menghadirkan Mendiktisaintek RI, juga ada penyerahan wakaf oleh tamu dari Malaysia Raja Zahra binti Sulaiman tunai sebesar MR 50.000 dan H. Muhammad Nazir sebesar Rp. 150.000.000.
" Kita akan membuka donasi melalui jalur Wakaf untuk pembangunan gedung Mahmud Marzuki Tower. Diharapkan nantinya undangan yang hadir dan tamu-tamu kita dari Malaysia juga ikut serta berwakaf" kata Saidul.
Meski dalam pembiayaan pembangunan gedung Mahmud Marzuki Tower, kata Saidul, tidak sepenuhnya dari jalur Wakaf, diharapkan mampu memberikan percepatan yang di targetkan bulan September tahun ini sudah berdiri 2 lantai dan di targetkan selesai awal tahun 2026. Bangunan yang direncanakan akan dibangun 7 lantai dengan memiliki 96 ruang kelas dan 1 aula utama.
UMRI juga sudah berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) melalui aplikasi satu wakaf semua masyarakat bisa berpartisipasi untuk berwakaf dalam pembangunan gedung Mahmud Marzuki Tower.
Rangkaian kegiatan Milad ini nantinya juga akan ada Bincang Tauhid Negara Serumpun yang akan digelar di Gedung balai serindit gubernur jl. Gajah Mada. Menghadirkan pemateri Ketua PP Muhammadiyah Prof.Dr.H. Syamsul Anwar, MA.
Pemateri internasional dari Vietnam Ma Thanh Thanh Hoang ( Dr. Basirun), Thailand Prof. Dr. Sukree Langputeh, Indonesia Prof. Dr. H. Muhammad Nazir, MA, Malaysia Prof. Dato' Arif Perkasa, Dr Mohd. Asri bin Zainul Abidin dan Dr.Abdul Yasin. (zal)