Seriau,- Seleksi Penerimaan Mutid BARU (SPMB) segera akan dimulai. Proses SPMB ini setiap tahun selalu menjadi perhatian masyarakat salah satunya Dewan Pendidikan Kabupaten Siak
Ketua Dewan Pendidikan Siak DR Edi Haryono SE. MM menilai SPMB ini harus dilakukan secara objektif, dan berkeadilan untuk sekolah negeri dan swasta. Kuota sekolah negeri harus trasparan, berapa yang diterima, jangan dipaksakan kalau memang sudah maksimal, jangan di tambah lagi.
Kasihan juga sekolah swasta yang juga mempunyai tugas dan fungsi sama dengan sekolah negeri mencerdaskan anak bangsa
" Makanya kita dari Dewan Pendidikan Siak akan memantau langsung pelaksanaan SPBM ini betul betul berjalan baik, transparan dan berkeadilan. Jangan ada penerimaan murid baru di luar jadwal SPMB. Ini harus kita jaga agar SPMB betul adil dirasakan bagi masyarakat," kata Edi, Jumat (20/6) di Pekanbaru.
Terkait dengan adanya program baju seragam gratis bagi sekolah negeri di Siak, diapresiasi oleh Dewan Pendidkan Siak. Hanya saja, baju seragam gratis jangan hanya untuk sekolah negeri saja, tetapi juga sekolah swasta juga harus diberikan hak yang sama.
" Saya apresiasi sekali kebijakan Buk Bupati Dr Afni yang mengratiskan baju seragam jenjang SD dan SMP negari, tapi sekolah swasta juga harus diberikan hak yang sama. Jangan dibedakan," saran Edi.
Edi juga menyoroti kualitas output peserta didik yang menamatkan pendidikan. Memang banyak cara untuk meningkatkan kualitas peserta didik baik itu melalui seminar workshop, namun kegiatan yang dilakukan berbeda ketika masuk di dunia kerja.
Oleh sebab itu, peningkatan kualitas peserta didik kita jangan hanya dari segi keilmuannya saja tetapi juga atitude yang paling penting," kata praktisi pendidikan Riau ini
Edi berharap kedepanya, mari bersama sama mengurus pendidikan ini dengan sebaik baiknya. Hasil dari pendidikan itu tidak hanya dirasakan dalam 1 atau 2 tahun kedepannya tapi juga butuh waktu lama. Berikan pendidikan yang terbaik sejak SD dan SMP. Sebab di jenjang SD dan SMP sederajat ini pondasi anak didik kita akan terbentuk untuk pendidikan selanjutnya," terang Edi. (zal)