Seriau,- SMAN 6 Pekanbaru kembali menggelar kegiatan Dauroh Tahfidz Alquran Ke-2 tingkat SMA/SMK negrti dan swasta se-Wilayah III.
Kegiatan yang diikuti 46 siswa dari Pekanbaru, Kampar dan Rokan Hulu ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, Sabtu (14/6) di Pekanbaru
Kepala SMAN 6 Pekanbaru, Yon Hendri Y M.Pd mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang turut mensukseskan kegiatan ini. Termasuk kepada panitia dan semua pihak yang telah memberikan bantuan.
Kegiatan Dauroh Tahfidz Alquran Ke-2 diikuti 46 peserta dari 16 sekolah terdiri 11 sekolah berasal dari Pekanbaru, Kampar 4 sekolah dan Rohul 1 sekolah.
Dimana tiap sekolah dibatasi 2 orang. Namun, ada sekolah yang hanya mengutus 1 peserta. Sementara ada sekolah lainnya yang meminta 4 orang.
" Diharap dalam lima hari lima malam ini ada peningkatan bacaan Alquran. Diharap cinta Alquran digaungkan di sekolah umum. Dengan meningkatnya rasa cinta Alquran, maka kecintaan pada aktivitas mengaji diharapkan semakin meningkat," kata Yon Hendri
Dijelaskan dia, peserta bakal mendapatkan sertifikat resmi yang dikeluarkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
Sertifikat Tahfidz itu nantinya dapat dimanfaatkan siswa untuk masuk ke perguruan tinggi atau universitas.
Sementara Plt Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya menyampaikan, satu-satunya kitab suci yang tidak bisa diubah yaitu Alquran. Karena dari setiap generasi, berjuta-juta jiwa yang menghafalnya.
Alhasil, jika ada satu ayat saja yang berubah, maka orang banyak akan tahu." Ini juga menjadi bukti bahwa Allah menjaga Alquran," katanya
Menurut dia, anak yang menjadi hafidz atau hafidzah sekarang diberi banyak kemudahan.Masuk sekolah, perguruan tinggi hingga sekolah kedinasan, ada jalur khusus untuk para penghafal Quran.
Masuk tentara atau polisi, ada jalur tolnya yaitu lewat jalur hafidz Quran. Saya atas nama Pemerintah Provinsi Riau, Erisman mengapresiasi kegiatan ini," kata Erisman
Menurutnya, sudah jadi kewajiban bagi sekolah mengajak anak-anak menempuh kegiatan yang positif.
Apalagi, di era sekarang jika anak tidak diajak menghabiskan waktu ke arah positif, maka mereka berpotensi lari ke kegiatan lain.
Misalnya, main ponsel yang sudah seperti candu." Banyak anak kita hari ini yang kecanduan bermain gim. Teknologi ini di satu sisi memberi kemudahan bagi kita. Tapi di sisi lain bisa membunuh generasi muda kita. Bahkan ada yang terjerumus dalam judi online," ungkapnya.
Indonesia, memiliki pengguna ponsel terbanyak keempat di dunia. Artinya, Indonesia menjadi pasar bagi bangsa lain. Jika itu terjadi, maka generasi muda berpotensi terjerumus ke arah negatif.
Lebih bahaya lagi jika anak-anak pergi menghabiskan waktunya dengan Narkotika. Apalagi Riau masuk lima besar provinsi dengan pengguna Narkotika terbanyak. Salah satu alasannya yaitu letak Riau yang berbatasan dengan negara lain.
Masalah lainnya, banyak anak yang terjerumus dalam perilaku LGBT." Bagaimana kita menciptakan generasi emas 2045 jika generasi muda kita kondisinya memprihatinkan," sebutnya.
Ketua panitia Dauroh Tahfidz Alquran Edi Marwan menyampaikan bahwa acara ini bukan kaleng-kaleng. Dimana, ikon tahfidz biasanya digelar di pesantren.
" Mungkin banyak orang yang menganggap bahwa kalau menghafal dan membaca Alquran jauh dari kebiasaan anak SMA. Namun, dengan kegiatan ini, kami ingin membantah anggapan tersebut," ungkapnya.
Sekarang, Dauroh Tahfidz Alquran juga terbukti bisa dilakukan oleh siswa SMA dan SMK. Jadi bukan sekadar domainnya anak pesantren.
Hal ini dianggap penting dalam mendorong meningkatnya pendidikan agama sekolah-sekolah di Riau. (zal)