SeRiau - Bupati Rokan Hilir H. Bistamam melakukan kunjungan kerja kepusat bersama Gubernur Riau Abdul Wahid beserta Bupati dan Walikota SeRiau. Salah satu lokasi kunjungan kerja tersebut yakni mengunjungi Kementerian Investasi di Jakarta, Senin (5/5/25).
Dalam kesempatan itu masing masing kepala daerah diriau berkesempatan untuk beraudiensi secara langsung dengan Menteri Investasi RI Rosan Roeslani.
Tak ketinggalan Bupati Rohil H. Bistamam, dalam momen tersebut orang nomor satu di Rokan hilir itu menyampaikan bahwa Kabupaten Rohil dan beberapa Kabupaten lainnya di Riau memiliki sejumlah potensi strategis yang siap dikembangkan, seperti sektor pertanian, industri, perkebunan dan pengolahan berbasis sumber daya lokal lainnya.
"Potensi yang dimiliki oleh wilayah Riau khususnya Rokan Hilir sangat strategis dan perlu untuk dikembangkan seperti disektor pertanian, industri, perkebunan dan pengolahan berbasis sumber daya lokal. Untuk itu sangat diperlukan dukungan dari kementerian demi tercapainya pengembangan proyek-proyek prioritas daerah," katanya.
Selain potensi komoditas lokal, Bupati H. Bistamam juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalan Sinaboi–Dumai, program rumah layak huni, serta proyek-proyek prioritas lain yang menyasar kebutuhan masyarakat secara langsung.
"Upaya ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Rohil dalam memanfaatkan potensi lokal untuk pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan posisi strategis Rokan Hilir dalam peta pembangunan nasional," sebutnya.
Disisi lain Bupati Bistamam juga menyampaikan potensi sumber daya alam Rokan Hilir yang harus menjadi perhatian pusat yakni pertanian keladi ungu serta kelapa kopra. Hasil tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal namun juga telah dilakukan ekspor di beberapa negara.
"Kita tawari kementerian investasi bagaimana bisa membangun pabrik kelapa kopra serta fasilitas pengolahan rumput laut bisa di kembangkan di Rokan Hilir. Tak hanya itu potensi keladi ungu 600 ton perbulannya juga kita perkenalkan agar mereka bisa berinvestasi dalam pengolahan keladi ungu yang lebih moderen," ujar Bupati. (fds)