Seriau,- Sebanyak 1.000 yatim dan dhuafa kembali menerima santunan dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Ramadhan 1446 Hijriah, pada Sabtu (22/3)
Kegiatan yang dikemas dalam Tabligh Akbar Ramadan 1446 H menghadirkan Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, MA memberikan tausiyah menjelang dilaksanakan buka puasa bersama.
Rektor UMRI Dr. Saidul Amin, MA, mengatakan pemberian kepada 1.000 yatim dan dhuafa merupakan kerjasama UMRI dengan berbagai lembaga dan perorangan. Pemberian santunan ini bentuk kepedulian dan saling berbagi antar sesama. Kegiatan ini diharapkan mempererat rasa ukhuwah dan keprihatinan bersama untuk membahagiakan di bulan Ramadhan ini.
" Kita patut bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada donatur sehingga kegiatan bisa kembali menyantuni 1000 anak yatim dan dhuafa pada ramadhan tahun ini bisa kembali terlaksana ," kata Saidul, Sabtu (22/3) di Kampus Umri Jalan Tuanku Tambusai.
Dikatakan Saidul kegiatan hari ini merupakan penutupan ajang bergengsi Internasional Musabaqoh Hifz Qur'an kategori 10 juz dan 20 juz yang diikuti dari berbagai universitas baik dari nasional maupun internasional dalam kompetisi ini.
Untuk Kategori 10 juz diikuti 63 peserta dan kategori 20 juz diikuti 35 peserta.
" Saat ini yang mengikuti masih dari negara tetangga Asia Tenggara. Insyaallah ke depan akan kita undang dari Afrika, negara Islam di Timur Tengah dan kategorinya juga ditingkatkan menjadi 30 juz," kata Saidul.
Saidul juga menyampaikan rasa syukurnya dan terimakasih kepada Kapolda Riau yang baru dilantik menjadikan UMRI kampus yang pertama di kunjungi. Saidul juga mengatakan sangat senang dengan tawaran Kapolda untuk mengajar menjadi dosen tamu di UMRI.
" Kami sangat senang dengan tawaran Kapolda untuk mengajar di kampus ini menjadi wawasan baru bagi kami, yang selama ini mahasiswa selalu mengkritik polisi yang macam-macam, mungkin dengan kesempatan mengajar nanti bisa di tanyakan dan saling bertukar informasi," katanya.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, ketua PWM Riau Hendri Sayuti, ketua BPH UMRI Muhammad Nazir Karim, serta perwakilan dari Baznas Riau, LazizMu, Bank Danamon dan Bank Mega Syariah.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam sambutan dan memperkenalkan diri bahwasanya dirinya baru bertugas di Riau hari ke 5 dan UMRI menjadi kampus pertama di kunjungi.
Dirinya mengatakan perlunya membangun komunikasi baik dengan pemerintah, media massa, pelaku usaha, komunitas dan yang paling utama akademisi yaitu kampus.
Ada hal penting yang perlu diperhatikan di Riau yang pertama menjaga lingkungan, perlu adanya restorasi dan penghijauan terhadap hutan yang rusak.
Selanjutnya global scurity karena Riau merupakan daerah yang dekat dengan perbatasan negara-negara tetangga. Herry juga mengatakan dia tidak akan menerima ucapan selamat berupa parcel atau hadiah.
"Jika ada yang mau memberikan ucapan selamat jangan beri saya parcel atau hadiah tapi berikan saya bibit pohon yang tunasnya nanti akan menghijaukan bumi" katanya
Sementara Prof Din Syamsuddin dalam tausiyahnya menyampaikan mengenai keutamaan malam Lailatul Qadar. Untuk selalu melakukan amalan terbaik di akhir Ramadhan ini semoga masih di pertemukan dengan ramadhan tahun depan.
Jangan mencari malam Lailatul Qadar, tapi isilah ramadhan ini dengan amalan ibadah terbaik insyaallah Lailatul Qadar akan didapatkan. (zal)