PW Pemuda Muhammadiyah Riau Minta Konsulat Malaysia Beri Perhatian Serius Korban Penembakan PMI Asal Riau

  • by Redaksi
  • Kamis, 30 Januari 2025 - 09:21:01 WIB

 

Seriau,- Insiden peristiwa penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, Jumat (24/01) mendapat perhatian serius dari Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Riau.

Menurut Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Riau Rizal.S sangat menyayangkan dan mengecam peristiwa yang menyebabkan seorang warga Indonesia asal Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, meninggal dunia, sedangkan 4 WNI lainnya mengalami luka-luka.

"  Penembakan oleh APMM terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, kami angap tindakan yang brutal dan melanggar hak azasi manusia. Walaupun dalam konferensi pers pihak otoritas Malaysia menyampaikan migran Indonesia itu melawan, namun dengan tertembaknya 5 orang WNI imerupakan perbuatan brutal yang dilakukan polisi Malaysia," tegas Rizal menanggapi peristiwa tersebut, Rabu (29/1) malam di Pekanbaru

Hadir dalam pernyataan sikap tersebut, Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Riau Dr. Afdal, Anggota DPRD Bengkalis Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Surya Rizki dan pengurus Pemuda Muhammadiyah Riau lainnya.

Ditegas Rizal, dengan kejadian penembakan yang menyebabkan 5 WNI menjadi korban itu, dirinya
menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban, korban yang meninggal dunia maupun korban luka-luka. Dia pun berharap, Konsulat Malaysia bisa memberi perhatian lebih terhadap korban meninggal dan keluarga korban yang ditinggalkan serta para korban yang luka-luka.

" Kami harapkan para migran Indonesia ini lebih dapat diberi perhatian lebih oleh pemerintah Malaysia. Apalagi kami pun di sini (Riau) terhadap warga manapun kami menerima dan kami tidak pernah melakukan hal brutal terhadap WNA yang ada di Riau," ujar Rizal.

Sementara itu berdasarkan informasi lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi korban penembakan oleh APMM di Tanjung Rhu, Negeri Jiran, (24/01/25) pekan lalu. Dalam peristiwa itu, satu orang WNI atas nama Basri pun harus meregang nyawa.

Jenazah warga asal Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis tersebut baru tiba di Pekanbaru, Indonesia pada Rabu (29/01/25) sore dan langsung diberangkatkan ke Bengkalis. Sedangkan 4 WNI lainnya masih menjalani perawatan medis karena mengalami luka-luka (zal)