Seriau,- Sebanyak 108 peserta mengikuti Workshop Peningkatan Tata kelola Manejeman dan Pembelajaran SMA Terbuka Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun 2024.
Kegiatan yang berlangsung mulai Rabu (30/10) sampai, Sabtu (2/11) dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusma Dinata. MPd.
Dihadapan peserta, Edi mengatakan bahwa SMA Terbuka ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi angka putus sekolah di Riau. Dimana SMA Terbuka ini menampung anak anak yang tidak mampu dari segi ekonomi dan jangkuan tempat tinggal jauh dari sekolah induk.
" Jadi siswa yang jauh dan tidak punya akses ke sekolah induk, mereka ini bisa sekolah melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di sekolah terbuka. Begitu juga dengan anak yang tidak mampu masuk ke sekolah negeri dan swasta mereka bisa bersekolah melalui Sekolah Terbuka," kata Edi, Rabu (30/10) di Hotel Furaya Pekanbaru.
Edi juga menambahkan, SMA Terbuka ini berbeda dengan pendidikan kesetaraan. Karena, di SMA Terbuka ada pembatasan usia. Dimana, yang jadi sasaran adalah anak dalam kelompok interval tertentu yang masuk usia sekolah." Itulah yang kita pacu guna memutus mata rantai putus sekolah di Riau," kata Edi
Sementara itu ketua panitia workshop Hj Elly Indrayani mengatakan peserta workshop berjumlah 108 dari 27 sekolah yang menyelenggarakan Sekolah Terbuka di Riau. 27 sekolah tersebut tersebar di Kabupaten Inhil, Inhu, Kampar, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak.
" Saat ini peserta didik yang mengikuti Sekolah Terbuka sekitar 1500 orang. Sedangkan Jumlah Tempat Belajar Mengajar (TBM) ada 61 TBM yang tersebar di Riau," kata Elly.
Elly juga mengatakan untuk peserta workshop merupakan guru SMA Terbuka untuk mata pelajaran Matematika, Ekonomi dan Bahasa Inggris." Kita berharap dengan adanya workshop ini bisa meningkatkan kompetensi guru yang mengajar di Sekolah Terbuka," harap Elly. (zal)