Seriau,- Dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa 2024, Perpustakaan Lentera Hati SMAN 4 Pekanbaru mengadakan kegiatan pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Public Speaking, lomba menulis cerpen, menulis puisi dan mendongeng.
Kegiatan ini mengusung tema" Bertekad Cerdas Membangun Generasi Literat dalam Keragaman Budaya di Bumi Melayu”. Lomba ini dilaksanakan tanggal 21-28 Oktober 2024.
Pelatihan MC berlangsung pada Kamis (24/10) di Aula SMA Negeri 4 Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa agar menjadi masyarakat literat.
Ketua pelaksana Bulan Bahasa Sefrida Hasibuan dan kepala perpustakaan Lentera Hati, berharap agar kegiatan MC dan lomba ini bisa memperkenalkan siswa kepada perpustakaan, sehingga bisa meningkatkan minat siswa untuk membaca.
Dalam dunia kerja, biasanya dibutuhkan bukan hanya nilai yang tinggi tapi juga kemampuan bersosialisasi, termasuk didalamnya kemampuan menulis dan berbicara.
Sebanyak 40 siswa turut ambil bagian dalam pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Public Speaking.
Sebagai narasumber adalah Daud Darmono dikenal sebagai Trainer Public Speaking. Salah satu peserta, Auliatul Najla, menyampaikan kesannya setelah mengikuti pelatihan." Pemateri menyampaikan materi dengan menarik sehingga mudah dipahami. Kegiatan ini juga sangat bermanfaat karena bisa menambah pengetahuan kita bagaimana menjadi MC yang baik,” ujarnya.
Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Sahid Suwarno. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada panitia dan siswa yang mengikuti kegiatan ini.
Dengan pelatihan ini beliau berharap peserta nantinya mampu berbicara dengan baik sehingga dapat memengaruhi teman- temannya dengan bahasa yang menarik dalam menyampaikan hal- hal yang positif.
Kegiatan Public Speaking dan MC dibuka langsung oleh Kepala cabang dinas Pendidikan Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Bapak Aldela. Dirinya mengatakan bahwa yang berada di bumi melayu, selain harus bisa menguasai public speaking." Kita juga harus terbiasa dengan kebiasaan berpantun, harus menurunkan kebiasaan ini kepada siswa agar mampu berpantun," katanya.
Selain iti harus mampu menyampaikan pesan berantai yang merupakan hakikat public speaking kepada masyarakat sekolah.
Dirinya juga mengapresiasi SMA
N 4 karena telah menaja kegiatan bulan bahasa ini. Selama pelatihan, para peserta mendapat materi tentang Teknik verbal yang harus dikuasai public speaking. Selain teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik menjadi MC, sehingga mereka bisa mendapatkan umpan balik langsung dari fasilitator.
Dengan semangat Bulan Bahasa, pelatihan ini menjadi salah satu wujud nyata upaya untuk melestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta meningkatkan kualitas komunikasi di lingkungan SMAN 4 Pekanbaru. (rls)