Seriau,- Siswa SMAN Darma Yudha Pekanbaru Riau kembali mengukir prestasi tingkat Internasional. Sebelumnya beberapa hari lalu siswa Darma Yudha atas nama Gilbet meraih medali perunggu di International Economic Olympiad (IEO) 2024 di Hong Kong.
Namun kali ini, Sanny Onggiesty juga berhasil meraih medali perak di ajang International Earth Science Olympiad (IESO) 8 hingga 16 Agustus 2024 di Baijing China.
Kedatangan siswi yang akrab disapa Sanny di Bandara Sultan Syarif Kadim II Pekanbaru langsung disambut oleh pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Riau diwakili staf Bidang SMA Elvira Yuaningtias, kedua orangtua serta pimpinan guru di SMAS Darma Yudha
Elvira mengatakan bahwa Sanny berhasil meraih medali perak untuk individu di International Earth Science Olympiad (IESO) di Beijing China. Selain medali perak, Sanny juga berhasil meraih 2 medali perunggu untuk kategori tim materi Earth System Project (Team) dan International Team Field Investigation (Team)
" Kami dari Disdik Riau merasa bangga siswa Riau bisa meraih medali perak di ajang Internasioal salah satunya International Earth Science Olympiad (IESO) di Beijing China. Apresiasi ini langsung kita sambut dan kalungkan bunga dan selempang," kata Elvira usai menyambut kedatangan Sanny di Bandara SKK II Pekanbaru,.Minggu (18/8) sore.
Sementara itu, ketika diwawancara, Sanny merasa bangga atas prestasi yang diraihnya di International Earth Science Olympiad (IESO) di Beijing China. IESO merupakan olimpiade kebumian yang diiikut oleh 35 negara.
Sebelum ke Baijing China, Sanny terlebih dahulu mengikuti berapa pelatihan nasional (pelatnas) sebanyak 3 kali yang dilakukan oleh Kemendibudristek RI. Dalam pelatnas, tim Indonesia mendalami matari tentang kebumian baik praktek dan teori.
Selama di China, Sanny tidak ada masalah baik itu dari bahasa dan lain sebaginya." Saya juga bisa berbahasa Mandarin. Hanya saja, 1 dan 2 hari jelang lomba disana, kondisi badan kurang fit sehingga dalam lomba sedikit menurut dan hanya mampu meraih medali perak untuk individu dan 2 medali perunggu untuk tim," cerita Sanny saat di Bandara SSK II Pekanbaru, Minggu (18/8)
Lawan terberat dalam IESO di Baijing China, kata, Sanny berasal dari China mengingat meraka sebagai tuan rumah tentunnya persiapan sangat maksimal." Tapi saya bangga bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia," kata Sanny yang ingin melanjutkan kuliah di Singapura (zal)