Seriau,- Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Riau melakukan Roadshow Stunting di 12 kabupaten kota di Riau.
Kali ini, gliran Roadshow Stunting di Pekanbaru mendapat apresiasi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Ini dibuktikan kehadiran Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa, Bunda PAUD Pekanbaru Aemi Octawulandari Risnandar serta Kepala OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru
Hadir juga Bunda PAUD Provinsi Riau Adrias Hariyanto yang juga istri Pj Gubernur Riau SF Hariyanto.
Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Riau Reisky Bestary.MPd mengatakan Roadshow Stunting BGP Provinsi Riau ini bekerja sama dengan Bunda PAUD Provinsi Riau dan Bunda PAUD kabupaten kota. Roadshow ini bertujuan agar bisa memberikan pembelajaran dan membudayakan kegiatan penurunan dan pencegahan stunting di kabupaten kota di Riau
Menurutnya, guru guru PAUD yang ada di kabupaten kota bisa menjadi agen penurunan stunting di daerahnya masing masing." Kita berharap anak anak Riau bisa menjadi anak yang sehat, kreatif dan inovatif sehingga bisa kuat menuju indonesia emas tahun 2045 mendatang," kata Reisky usai acara Roadshow Stunting di Kantor Walikota Pekanbaru, Senin (5/8)
Roadshow Stunting di Kota Pekanbaru ini, kata Reisky, merupakan daerah ketiga roadshow stunting yang dilakukan oleh BGP Riau. Sebelumnya, roadshow penurunan stunting sudah digelar di Kabupaten Rohil dan Kampar. Setelah Pekanbaru ini, roadshow akan dilaksanakan di Rohul tanggal 6 Agustus dan tanggal 7 Aguatus di Kota Dumai. Gerakan roadshow stunting ini dilakukan di 12 kabupaten kota di Riau.
" Alhamdulillah dari 3 kota ini, kita mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari Bupati dan Walikota bersama Bunda PAUD-nya. Begitu juga dengan kehadiran Bunda PAUD Provinsi Riau selalu mensupport kegiatan stunting yang dilakukan oleh BGP Riau," kata Reisky.
Mengenai target dari kegiatan, kata Reisky, bagaimana angka stunting di seluruh kabupaten kota di Riau bisa mengalami penurunan dari target nasional tahun 2024 ini. Dalam upaya penurunan stunting, BGP Riau
berpesan kepada guru PAUD bisa menjadi agen percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan dan kelurahan.
" Guru PAUD kita harus bisa menjadi pelatih stunting yang nantinya bisa mendesiminasikan pencegahan stunting ke rekan sejawat di daerahnya masing masing. Guru PAUD juga harus bisa mengajak anaknya untuk terapkan hidup sehat, dan makan bergizi," harap Reisky.
Sementara itu Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BGP Riau dalam menurunkan angka stunting khususnya di Kota Pekanbaru. Penurunan angka stunting menjadi salah satu program nasional agar anak anan Indonesia menjadi sehat cerdas menuju indonesia emas tahun 2045 mendatang.
" Kita memberi support apa yang telah dilakukan oleh BGP Riau dalam memberikan edukasi kepada guru guru PAUD agar bisa menurunkan angka stunting di Pekanbaru dan mencegah stunting sejak dini," kata Risnandar
Hal sama juga dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr Abdul Jamal. Dirinya menyiapkan 30 guru yang telah dilatih untuk mensosialisasikan kepada anak tentang pola hidup sehat, makanan sehat seperti apa. Sebab, sekarang ini banyak makanan tapi tidak mengandung nilai gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan anak.
Selain itu, Disdik Pekanbaru juga telah melakukan kerjasama dengan Diskes Kota Pekanbaru agar penimbangan anak bisa dilakukan di PAUD. Karena, di PAUD anak dibawah dua tahun juga dibawah bimbingan PAUD." Jadi guru PAUD kita juga bisa melakukan pemantauan terhadap balita," kata Jamal (zal)