Seriau,- Sebanyak 8 SMK Negeri dan Swasta di Riau menjalin kerjasama Memorandum of Understanding (MOU) dengan 6 IDUKA (Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja).
Kerjasama antara SMK dengan Iduka ini difasilitasi oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan Listrik (BBPPMPV BBL) Medan.
Penandatangan MoU yang dilaksanakan di SMKN 1 Pekanbaru, Senin (5/8) disaksikan langsung oleh Kepala BBPPMPV BBL) Medan Drs Rasoki Lubis MPD dan Kepala Bidang SMK Disdik Riau Dr Arden Simeru mewakili Kadisdik Riau.
Kepala BBPPMPV BBL Medan, Drs. Rasoki Lubis, M.Pd mengatakan delapan SMK di Riau yang melakukan MoU dengan Iduka yakni SMKN 1 Pekanbaru, SMKN1 Pangkalan Lesung Pelalawan, SMKN 1 Pangalan Kuras Pelalawan, SMKS Formatika Pekanbaru, SMKA Erma Dumai, SMKN 1 Mempura Siak.
Selanjutnya, ada SMKS Farmasi Ikasari Pekanbaru dan SMKS Hasanah Pekanbaru. Sedangkan
Iduka yang melakukan kemitraan dengan SMK yakni PLN Icon Plus Pekanbaru, PTPV Pekanbaru, PT United Tractors, Medan Auto Service, Kasuari Farma dan Home Creative.
Program kemitraan antara SMK dengan IDUKA ini baru dilaksanakan di 4 provinsi yaitu KalimatanTengah, Aceh, Sumatra Barat dan Riau. Program penguatan kemitraan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Dengan kolaborasi SMK dengan IDUKA perwujudan pendidikan vokasi bisa berjalan dengan baik." kata Rasoki, Senin (5/8)
Ruang lingkup dalam kerjasama ini mencakup penyelarasan kurikulum, pembelajaran berbasis project ril dari dunia kerja, guru/ instruktur dari industri, praktik kerja lapangan bagi peserta didik dan pemagangan indutri bagi guru dan terakhir sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK dan guru SMK.
Rasoki juga mengatakan tantantan bagi SMK bukanlah masalah kemampuan atau hardskill tetapi softskill siswa SMK yang perlu ditingkatkan. Hal ini, banyak disampaikan oleh dunia usaha dan industri ke siswa SMK saat mereka melakukan magang di perusahaan.
" Jadi banyak informasi yang saya terima, kelemahan siswa kita bukan di kemampuan (hardskill) tetapi softskill seperti kurangnya disiplin siswa, kerjasama anta siswa, kurangnya sikap menghargai. Kalau soal keterampilan hardskil seperti mengendalikan suatu alat, siswa kita paling jagok, biasa 1 minggu siswa sudah bisa," terang Rasoki.
Rasoki berharap, agar SMK bisa meningkatkan softskil para siswa. Karena IDUKA membutuhkan softskil siswa bagaimana bisa bekerja sama, patuh aturan dan disiplin. Softskil ini yang perlu diberikan ke siswa.
" Memang untuk softskil tidak bisa dibentuk dalam 1 atau 2 tahun saja tetapi bisa diajarkan mulai dari tingkat SD dan SMP atau jenjang sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu Kabid SMK Disdik Riau Arden mendukung program kemitraan yang dilakukan oleh SMK dengan IDUKA. Kegiatan yang difasilitasi oleh BBPPMPV BBL Medan ini sebagai upaya sekolah bisa berkolaborasi dengan IDUKA dalam memberikan sinergitas program dan sinergitas shearing budget.
" MoU ini jangan hanya sebatas tandatangan diatas kertas saja, tetapi bagaimana butir kesepakatan dalam MoU bisa dijalankan. Implementasi dari kerjasama ini harus ada," kata Arden. (zal)