Seriau,- Sebanyak 671 bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK dan SLB wilayah 1, 2 dan 3 Cabang Disdik Riau telah mengikuti Bimbingan Teknis Pengelolaan Dana BOS. Bimtek ini salah satu tujuan untuk menyampaikan kebijakan terbaru tentang implementasi BOSP dan BOSDA.
Ketua pantia kegiatan Danil Irfan mengatakan, sebelum Bimtek pengelolaan BOS sekokah wilayah 3, Disdik Riau telah melaksanakan Bimtek untuk bendahara sekolah wilayah 1 sebanyak 151 orang. Selanjutnya wilayah 2 sebanyak 210 orang dan sekarang ini giliran bendahara wilayah 3 meliputi Pekanbaru, Kampar dan Rohul berjumlah 310 orang. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 26 Juli.
" Untuk wilayah 4 tunggu selesai Bimtek bendahara BOS Wilayah 3," kata DaƱil, Selasa (23/7) malam di Hotel Furaya Pekanbaru.
Tujuan Bimtek ini, kata Danil, untuk menyampaikan kebijakan terbaru tentang implementasi BOSP dan BOSDA. Penguatan dan optimalisasi pengunaan Arkas versi terbaru (4.0) mulai dari proses pengimputan RKAS, pelaksanaan dan laporan serta menjaring kendala dan pemecahan masalah.
Selanjutnya, untuk advokasi rapor pendidikan versi 2.0 dan perencana berbasis data. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap RKAS berdasarkan hasil rekomendasi PDB yang telah dituangkan dalam bentuk RKTS.
Memberikan sosialisasi perpajakan terbaru yang berkaitan dengan dana BOSP dan BOSDA. Terakhir tujuan untuk memberikan penguatan dan optimalisasi pengunaan SIPBOSDA mulai dari proses pengimputan RKAS, pelaksanaan dan pengimputan laporan serta pemanfaatan aplikasi SIPD Modul BOS sebagai sarana optimalisasi laporan aset.
Sebagai narasumber berasal dari Biro Umum dan PBJ MendikbudRistek, Dirjan PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek, BPMP Provinsi Riau. Selanjunya dari Kantor Wilayah DJP Provinsi Riau, BPKAD Provinsi Riau.
Lalu, ada dari Pengembangan Aplikasi SIPBOSDA dan SIP Modul BOS. Terakhir dari Tim Manajemen BOS Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
" Saya harapkan peserta ikuti pelatihan ini sebaik baiknya karena banyak ilmu terbaru yang akan disampaikan oleh narasumber," kata Danil
Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Roni Rakhmat saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa jabatan sebagai bendahara sekolah merupakan jabatan yang membutuhkan ketelitian dan kejujuran. Bendahara juga sebagai pintu gerbang awal mulanya pemeriksaan. Sebab di bendahara ini keluar masuknya atas pengunaan dana BOS.
Oleh sebab itu, seorang bendahara harus memahami juknis pengunaan dana BOS. Sekecil apapun pengunanan dana BOS harus dipertanggung jawabkan. Jangan sampai dana BOS ini dibelanjakan tidak sesuai dengan peruntukanya.
" Sekali lagi saya tegaskan kerjakan sesuai dengan aturan. Jangan sampai bendahara sekolah berurusan dengan hukum kalau sudah berurusan dengan hukum pertama kali yang di periksa itu bendahara," kata Roni.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Disdik Riau Edi Rusma Dinata, Plt Kabid SMA Disdik Riau Elfira, Kacabdis Wilayah 3 Disdik Riau Aldela, Kacabdis Wilayah 1 Disdik Riau Ismail dan pejabat lainnya. (zal)