Seriau,- Sebanyak 367 asesor Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mengikuti pelatihan yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar Menengah (BAN- PDM) Provinsi Riau.
Pelatihan asesor yang dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 22 Juli ini dibuka oleh Ketua BAN PDM Provinsi Riau Samulak SPd.MSi, Sabtu (20/7) siang di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Samulak dihadapan peserta pelatihan mengharapkan agar peserta mengikuti pelatihan ini sebaik sebaiknya. Sebab, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan terutama dalam hal penerapan instrumen akreditasi terbaru.
BAN PDM Provinsi Riau merasa penting memberikan pelatihan asesor ini salah satu poinya agar asesor dalam melakukan visitasi ke sekolah tidak lagi menemukan kendala di lapangan dengan inatrumen terbaru.
" Saya harapkan dengan pelatihan ini para asesor yang telah lulus bisa menjalankan tupoksi secara profesional dalam melakukan asasmen kepada asesi asesi yang sudah ditunjuk," kata Samula, Sabtu (20/7)
Sementara ketua panitia pelatihan asesor Dr Asrinda Amalia mengatakan tujuan pelatihan ini agar asesor bisa mengetahui instrumen terbaru sehingga para asesor bisa memahami pemenuhan indikator indikator dalam instrumen
Selama ini, pemenuhan instrumen tidak berdasarkan keterpenuhan indikator. Sedangkan dalam instrumen terbaru ini pemenuhan indikator ditentukan oleh sistem.
Dalam instrumen terbaru ini, asesor tidak lagi punya kuasa penuh untuk melakukan nilai kepada sekolah. Asesor bertugas menceklis terpenuhi atau tidak ya indikator yang ada di sekolah. Dalam arti kata, dengan instrumen terbaru ini yang memberikan penilaian terhadap akreditasi sekolah itu dengan mengunakan sistem.
Jika sebelumnya, hasil penilaian oleh asesor selanjutnya akan dikroscek, diverifikasi dan validasi oleh BAN PDM. Tapi kalau sekarang sistem yang melakukan penilaian berdasarkan keterpenuhan indikator.
" Dengan sistem terbaru ini salah satu cara untuk menghindari hal hal yang tak diinginkan seperti penilaian dibawah tangan oleh asesor," kata Asrinda, Sabtu (20/7)
Materi yang diberikan pada pelatihan asesor tahap pertama ini, kata Asrinda, berupa simulasi dari aplikasi. Lalu, sistem penggunaan aplikasi terbaru. Teknik pengolahan data saat asesor melakukan visit. Pengolahan data ini seperti bagaimana asesor melakukan observasi, pengolahan data dan wawancara.
Sedangkan untuk narasumber dalam pelatihan ini berasal dari BAN PDM Provinsi Riau dan 5 orang asesor terpilih yang akan menjadi tim pelatih. Total jumlah peserta 381 orang, namun dari jumlah tersebut ada 14 peserta yang berhalangan tidak bisa mengikuti pelatihan luring kerena sesuatu hal misalnya umroh dan tidak lulus penugasan." Peserta pelatihan ini, sebelumnya para asesor ini telah mengikuti pelatihan secara daring selama 2 minggu," ujar Asrinda
Ditambahkan Asrinda, dalam pelatihan asesor ini, nantinya ada peserta yang tidak lulus jika mereka tidak penuh mengikuti pelatihan ini. Ada kriteria kelulusan bagi peserta." Bagi yang tidak lulus, asesor tidak berhak melakukan visitasi ke sekolah dan madrasah. Ya bisa saja mereka menjadi asesor PAUD," terang dia
Hadir dalam kegiatan tersebut anggota BAN PDM Pusat, Gutama, Sekretaris BAN PDM Provinsi Riau Zudi Santosa dan anggota BAN PDM Provinsi lainnya (zal)