Seriau,- Dinas Pendidikan Provinsi Riau melaksanakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Dana BOS SMA/SMK dan SLB se Provinsi Riau Wilayah 1 tahun 2024. Kegiatan Bimtek ini berlangsung mulai tanggal 15 hingga 18 Juli di Hotel Furaya Pekanbaru
Saat membuka kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusma Dinata mewakili Plt Kadisdik Riau menekakan kepada peserta Bimtek yang terdiri dari Bendahara BOSP dan BOSDA agar memperhatikan petunjuk Teknis (Juknis ) pengunana dana BOS. Jangan ada kesalahan lagi dalam membuat pelaporan pengunaan dana BOS.
" Setiap tahun masih ada juga kesalahan baik itu peruntukan dan pelaporan SPj. Padahal setiap tahun kita selalu memberikan Bimtek kepada bendahara BOS," kata Edi, Senin (15/7) malam di Hotel Furaya Pekanbaru.
Edi juga menegaskan kepada sekolah yang telah membelanjakan dana BOSP dan BOSDA, diharapkan laporannya harus tepat waktu. Jangan terlambat dari batas waktu yang ditebtukan. Sebab jika SPj terlambat akan berpengaruh kepada penyaluran dana BOS tahun selanjutnya.
" Makanya tahun ini dana BOS sempat kita tahan karena masih ada sekolah yang lambat menyerahkan laporan pertanggung jawaban pengunaan anggaran. Itu resiko bagi sekolah yang telat menyerahkan SPj. Jadi jangan main main mempergunakan dana BOS," tegas Edi.
Sementara itu, ketua panitia kegiatan Danil mengatakan Bimtek Pengelolaan Dana BOS SMA/SMK dan SLB se Provinsi Riau Khusus Wilayah 1 tahun 2024 ini bertujuan untuk menyampaikan kebijikan terbaru tentang implementasi BOSP dan BOSDA.
Selain itu, melakukan penguatan dan optimalisasi pengunaan Arkas versi terbaru (4.0) mulai dari proses pengimputan RKAS, pelaksanaan dan laporan serta menjaring kendala dan pemecahan masalah.
Selanjutnya, untuk advokasi rapor pendidikan versi 2.0 dan perencana berbasis data. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap RKAS berdasarkan hasil rekomendasi PDB yang telah dituangkan dalam bentuk RKTS.
Memberikan sosialisasi perpajakan terbaru yang berkaitan dengan dana BOSP dan BOSDA. Terakhir tujuan untuk memberikan penguatan dan optimalisasi pengunaan SIPBOSDA mulai dari proses pengimputan RKAS, pelaksanaan dan pengimputan laporan serta pemanfaatan aplikasi SIPD Modul BOS sebagai sarana optimalisasi laporan aset.
Peserta kegiatan Bimtek pengelolaan dana BOS, kata Danil, terdiri dari Bendahara BOS SMA/SMK dan SLB Wilayah 1 sebanyak 151 orang. Kasi SMK Cabang Dinas 1 orang dan Kasi SMA cabang Dinas juga 1 orang.
Sebagai narasumber berasal dari Biro Umum dan PBJ MendikbudRistek, Dirjan PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek, BPMP Provinsi Riau. Selanjunya dari Kantor Wilayah DJP Provinsi Riau, BPKAD Provinsi Riau.
Lalu, ada dari Pengembangan Aplikasi SIPBOSDA dan SIP Modul BOS. Terakhir dari Tim Manajemen BOS Dinas Pendidikan Provinsi Riau." Saya harapkan peserta ikuti pelatihan ini sebaik baiknya karena banyak ilmu terbaru yang akan disampaikan oleh narasumber," kata Danil (zal)