Seriau,- Seluruh kepala SMA, SMK, SLB negeri maupun swasta se Provinsi Riau kumpul di Pekanbaru, Rabu (10/7/2024). Mereka mengikuti acara Diseminasi Perencanaan Berbasis Data yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Plt Kepala Disdik Riau, Roni Rakhmat yang membuka kegiatan tersebut mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perbaikan pendidikan. Salah satunya adalah memberi pandangan yang jelas pada penyelenggaraan pendidikan. Terutama tentang Dapodik. Banyak sekolah yang masih menganggap sebagai formalitas dan sepele. Padahal Dapodik inilah hulu dari semua permasalah pendidikan selama ini.
" Kepala sekolah saja tidak tahu dan menggantungkan semua pada operator. Padahal semua inilah yang bisa menimbulkan masalah," kata Roni
Dia mencontohkan penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Akibat Dapodik yang tak update, akhirnya penempatan PPPK tak sesuai dengan harapan." Jadi kalaupun ada yang komplain, tetap bisa diselesaikan. "Kami berharap, Dapodik selesai tahun ini," terang Roni.
Sementara, yang tahun 2021 sudah memilih tugas di daerah terpencil tapi minta pindah, Roni menegaskan tak akan memenuhi keinginan itu. Guru PPPK bersangkutan, kata dia, harus komit dengan pilihannya di awal.
Sementara terkait sarana dan prasarana sekolah, Roni menegaskan, semua pasti butuh pembangunan. Bahkan, sekolah yang sarananya sudah bagus saja tentu masih butuh sarana tertentu.
Di sinilah perlu standar yang baku sarana dan prasarana apa saja yang sebenarnya diperlukan. Sehingga, ketika sudah semua terpenuhi, tidak meminta yang lain. Dengan begitu, pemerintah bisa fokus membangun sekolah lain yang masih membutuhkan.
Usulan-usulan yang masuk ke Disdik harus punya alasan yang signifikan. Artinya, dalam melakukan pembangunan harus dilihat prioritasnya. Doa menceritakan ada sekolah baru yang sudah berdiri tapi belum dilengkapi toilet. Padahal, hal itu dibutuhkan. Karena itu, dia meminta ketika membangun sekolah, agar jangan setengah-setengah. Semua sarana yang dibutuhkan harus dilengkapi.
Mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk sekolah swasta saat ini sudah di BPKAD. Artinya, dalam waktu dekat sudah mulai pencairan. Karena itu, dia meminta SPJ dibuat sebaik mungkin sesuai dengan kenyataan.
Sementara, terkait baju seragam untuk peserta didik baru, Roni menegaskan, memang tidak dibiayai oleh dana BOS. Tetapi, untuk sekolah, siswa harus pakai seragam. Artinya, tetap harus membuat baju seragam, selama tidak dikerjakan oleh pihak sekolah. "Jika memang ada kesepakatan antara orangtua dengan komite sekolah, itu masih diperbolehkan," kata dia.
Dia menegaskan larangan tidak boleh pihak sekolah menjual seragam. "Kami masih mendengar laporan ada yang sekolah yang menjual seragam," paparnya. Bahkan, ada murid yang tak terima ijazah akibat ditahan sekolah. Penyebabnya si murid belum bayar uang seragam. "Ini jelas salah. Hindari itu karena dilarang," tegasnya.
Studi banding siswa juga disorot Plt Kadisdik. Tahun ini, tegasnya, sudah dilarang. Sementara, tahun depan, sudah ada keluar aturan kementerian terkait standar transportasi yang dipakai untuk studi banding siswa. Sehingga, ketika ada kejadian yang tak diinginkan, sekolah tidak disalahkan.
Dia juga menekankan, studi banding tidak boleh ada paksaan. Kalau memang ada yang tidak bisa ikut, tak boleh diwajibkan.
Sementara Ketua Panitia, Muhammad Hidayat Syah dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan menyatukan pandangan dan persepsi tentang perencanaan yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan. Kemudian, membangun sinergitas yang baik antara Disdik dengan kepsek.
Dijelaskannya, ada beberapa pihak yang hadir menjadi narasumber dalam acara ini. Yaitu dari Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Pembinaan SMK, Bappenas, Inspektorat dan Bappeda Riau.
Peserta kegiatan ini mencapai 811 orang. Sebanyak 300 kepala SMK negeri dan swasta, 48 SLB negeri dan swasta dan sisanya merupakan kepala SMA negeri dan swasta dari seluruh kabupaten/kota Se-provinsi Riau. Kegiatan ini digelar hingga tanggal 12 Juli.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut
Sekretaris Disdik Riau, Edi Rusma Dinata, Plt Kabid SMA Disdik Riau Alfira, Kacabdis Wlayah III Disdik Riau dan pejabat eselon IV dilingkungan Disdik Riau. (zal)