Seriau,- Sebanyak 50 guru SMK mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembelaharan Industri. Diklat yang berlangsung selama 4 hari ini dibuka Andri Karmidi mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (2/7) di Hotel Furaya Pekanbaru
Panitia kegiatan Firman mengatakan peserta Diklat Pembelajara Berbasis Industri ini merupakan guru program keahlian teknik pengelasan, teknik kimia industri, agronomi dan holtikultura dan terakhir guru program keahlian projek kreatif dan kewirausahaan.
Sebagai narasumber dari kegiatan ini berasal dari Balai Besar Vokasi Medan, akademisi dari UMRI, PCR dan UNRI. Pelatihan ini juga diisi oleh Widia Iswara Dinas Pendidikan Provinsi Riau." Kepada peserta agar mengikuti Diklat ini sampai tuntas dan ambil semua ilmu yang disampaikan oleh nara sumber," kata Firman
Sementara itu Andri Karmidi yang membuka Diklat mengatakan bahwa Diklat Pembelajaran Industri ini bagian dari usaha Disdik Riau meningkatkan kualitas mutu pendidikan bagi guru gutu SMK. Guru yang ikut pelatihan ini harus bersyukur mengingat tidak semua guru SMK bisa mengikuti kegiatan.
" Tidak semua guru bisa terpilih mengikuti pelatihan ini karena keterbatasan jumlah peserta makanya peserta hanya ditentukan 50 guru SMK se Provinsi Riau," kata Andri Karmidi.
Andri mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru SMK yang ada di Riau terutama dalam hal pembelajaran berbasis industri. Apa yang menjadi kebutuhan di dunia industri itu akan kita siapkan bagi lulusan SMK.
Lulusan SMK harus menjadi bagian dari kebutuhan yang dibutuhkan dunia kerja dan industri." Jangan sampai lulusan yang dihasilkan SMK, tidak relevan dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja." kata Andri
Saat ini, kata Andri, diperlukan pembelajaran berbasis industri baik materi dan kurikulum yang dibutuhkan industri. Apa yang dibutuh industri ini harus menjadi fokus SMK." Walaupun link and macth sudah berjalan tapi kita akan tetap fokus bagaimana tamatan SMK bisa terserap di dunia kerja," terang Andri (zal)