Seriau,- Dalam Kurikulum Merdeka, sekolah harus menjalankan program P5 (projek penguatan profil pelajar Pancasila). Tidak hanya P5, sekolah juga harus memamerkan hasil karya siswa melalui kegiatan Panen Karya.
SMAN 2 Siak Hulu tahun kedua menerapkan Kurikulum Merdeka dalam pelaksanaan P5 ini mengangkat tema " SMANDASH BATOBO 2". Sedangkan Panen Karya menampilkan produk siswa seperti Samcun, Ejiku dan Sarali (sabun ramah linglungan.
Pertunjukan P5 dan Panen Karya ini langsung dihadiri oleh Kacabdis Wilayah 3 Disdik Riau Aldela. Dirinya langsung membuka P5 dan Panen Karya 2. Setelah membuka, Aldela langsung menyaksikan P5 BATOBO dan meninjau hasil produk siswa.
" Saya apresiasi P5 BATOBO dan Panen Karya ke 2. Banyak produk yang dihasilkan oleh siswa salah satunya sabun ramah lingkungan (Sarali)," kata Aldela, Kamis (30/5) di di SMAN 2 Siak Hulu Kampar.
Aldela juga mengapsiasi tema yang diangkat pada P5 ini yakni BATOBO. Dimana BATOBO merupakan tradisi adat dari Kabupaten Kampar. Dengan P5 ini sekolah sudah memperkenalkan secara langsung tradisi daerah Kabupaten Kampar. Tradisi daerah ini harus kita kenalkan kepada peserta didik sejak dini. Agar mereka tahu dengan adat istiadat daerahnya.
" Jangan sampai adat istiadat daerah kita sendiri tergerus dengan kebudayaan barat. Kita harus mempertahankan budaya lokal salah satunya BATOBO. Jadi kita dukung kegiatan P5 dan Panen Karya yang dilaksanakan oleh SMAN 2 Siak Hulu, " kata Aldela.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Siak Hulu Hefnofita Yuliani MSi mengatakan kegiatan P5 dan Panen Karya 2 ini merupakan bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka.
Program P5 sistem blok ini mengangkat tema" BATOBO 2."
" P5 ini siswa menampilkan adat pernikahan adat Kampar mulai dari meminang hingga ke pelaminan. Semua peran lengkap dengan kostum diperan oleh siswa" kata Hefnofita, Kamis (30/5) disela acara.
Sedangkan produk Panen Karya dengan tema " Rekayasa dan Teknologi" siswa menghasilkan produk Sarali (sabut ramah lingkungan). Sarali mengunakan bahan yang mudah didapat seperti minyak jelanta dan ekstra pewangi. Sarali ini hanya digunakan untuk sabun cuci bukan sabun mandi.
Sarali juga dikemas dalam dua bentuk yakni Sarali cair dan padat." Untuk Sarali cair siswa bisa menghasikan dalam satu hari sedangkan Sarali padat butuh waktu beberapa hari untuk pengerasan." Jadi Sarali ini hanya dikonsumsi untuk kebutuhan internal sekolah saja," kata Hefnofita
Dengan adanya P5 dan Panen Karya ini menandakan semua tema dalam P5 ini telah tuntas dilaksnakan dan ini dibuktikan dengan adanya kegiatan Panen Karya 2. (zal)