Kadisdik Riau Buka FLS2N SMA Tingkat Provinsi


 

Seriau,- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Tengku Fauzan Tambusai membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/MA Provinsi Riau 2024 Selasa (14/5) malam. Kegiatan yang melibatkan dari 12 kabupaten/kota diikuti ratusan peserta.

Fauzan mengatakan peserta lomba ini merupakan juara. Karena, dari sekian banyak siswa di Riau, merekalah yang berhasil hadir dalam pertandingan tingkat provinsi tersebut mewakili daerah masing-masing.

" Jadi, jangan berkecil hati jika nanti kalah di sini. Karena kegiatan ini adalah kesempatan peserta semua untuk bertukar pengalaman, bersilaturahmi, bertukar ide dan sebagainya," papar Fauzan. Karena itu, dia berharap para peserta bisa berjuang menampilkan talentanya masing-masing dengan baik.

Kadisdik juga menekankan pentingnya bagi peserta didik untuk mencari pengalaman. "Saya berdiri di sini bukan karena pintar. Tapi saya dari dulu selalu mencari cara mengejar prestasi. Mulai dari seni, olahraga hingga bela diri," ungkapnya. Semua itu dilakukan Fauzan bahkan sejak dia masih duduk di bangku SD.

Menurut Fauzan, berbagai pengalaman itu melatih dirinya, termasuk semua kepala sekolah yang hadir bisa mempunyai mental kuat. Mau belajar hal yang baru. Termasuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan bersilaturahmi.

Karena itu peserta harus memanfaatkan kegiatan ini untuk mengasah kemampuan sebaik mungkin dan membuktikan kemampuan dengan baik. Selanjutnya setelah FLS2N ini, peserta didik perlu terus mengasah diri untuk masa depan yang lebih baik.

" Jangan malu atau sungkan. Bikin kelompok-kelompok yang mampu membuat hal positif," ujar Fauzan.

Kepada Dewan Juri, Kadisdik meminta agar mampu menilai dengan objektif. Tanpa melihat latar belakang sekolah maupun si peserta anak siapa. Dia yakin, Dewan Juri memilih peserta yang benar-benar mampu berkompetisi di tingkat nasional.

Ketua pelaksana yang juga Plt Kepala Bidang SMA Disdik Riau Faisal Ahmadi menyampaikan bahwa prestasi secara akademik dan non akademik bisa  diraih para peserta didik lewat pendidikan bermutu. Aspeknya meliputi olah hati atau cerdas spiritual untuk memperteguh keimanan dan meningkatkan budi pekerti yang unggul.

Ada juga olah pikir untuk membangun kompetensi. Lalu olah rasa untuk kecerdasan emosional untuk meningkatkan daya rasa, ekspresi dan seni budaya. "FLS2N ini diharap bisa mengembangkan karya seni oleh peserta didik sejak dini hingga dewasa. Dengan harapan kepercayaan diri atas kemampuannya semakin besar," tuturnya.

Ditambahkan dia, FLS2N juga bertujuan untuk memberi pengalaman berkompetensi untuk mencapai sumber daya manusia (SDM) yang unggul di bidang seni. Lalu menumbuhkan etos berkesenian untuk mencapai prestasi tinggi di kancah internasional. Lalu meningkatkan kreativitas para peserta.

" Selanjutnya, membangun sikap dan karakter peserta didik yang toleran terhadap keberagaman. Kemudian mempererat kesatuan antar peserta didik," ungkapnya.

Dijelaskan dia, tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah 'Merdeka Berprestasi Talenta Menginspirasi'. Maknanya, peserta didik punya kesempatan menggali potensi dan prestasi di bidang seni.

Pelaksanaan lomba dilakukan dua bentuk. Yaitu daring dan luring. Secara luring diterapkan pada 10 cabang lomba. Tiap cabang ada yang diikuti 12 orang, 24 orang dan 36 orang. Jadi total ada 156 orang peserta yang mengikuti. Di samping itu ada guru pendamping 12 orang.

Sementara, secara daring diterapkan pada lima cabang lomba. Masing-masing cabang ada 12 peserta. Seluruh lomba akan dinilai oleh 45 orang Dewan Juri berlatar seniman dan orang bertalenta di bidang lomba. (zal)