Pertamina Pastikan Pelaksanaan Tender DBC Kilang Olefin Tuban Sesuai Prosedur


 

SeRiau - PT Pertamina (Persero) saat ini sedang menjalankan sejumlah megaproyek kilang dan petrokimia guna menindaklanjuti penugasan pemerintah. Salah satunya adalah pelaksanaan proyek kilang minyak dan petrokimia hingga 2024.

Harapan Pemerintah Indonesia untuk menekan angka impor migas akan dapat diwujudkan melalui pembangunan pabrik petrokimia yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur oleh PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Pertamina menyatakan bahwa proses tender pengembangan kilang TPPI dilakukan secara transparan. TPPI saat ini tengah memproses pembangunan fasilitas produksi Olefin dan Aromatik atau dikenal dengan Olefin Complex Development Project (OCDP) di kawasan kilang TPPI, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasiona Ifki Sukarya mengatakan, di TPPI terdapat dua proyek pengembangan dan pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan Pertamina. Pertama, proyek Revamping Aromatic yang akan meningkatkan produksi petrokimia berupa Paraxylene dari 600 ribu ton menjadi 780 ribu ton per tahun yang ditargetkan selesai pada tahun 2022. Kedua, Proyek New Olefin yang mencakup pembangunan Naphtha Cracker, termasuk unit-unit downstream dengan produk Polyethylene (PE) sebesar 1 juta ton per tahun dan Polypropylene (PP) 600 ribu ton per tahun yang ditargetkan selesai pada tahun 2024.

"Untuk menunjuk pelaksana proyek, PT KPI telah mengundang secara terbuka perusahaan kelas dunia yang berpengalaman dalam pembangunan fasilitas produksi olefin dan petrokimia untuk menjadi mitra strategis. Seluruh proses tender dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur pengadaan yang berlaku dan tidak ada intervensi dari pihak luar," ujar Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasiona Ifki Sukarya kepada awak media, Selasa (20/7).

Dijelaskan Ifki Sukarya, Pertamina melaksanakan tender dengan Strategi Kontrak Design Build Competition (DBC) yaitu menetapkan dua peserta terbaik untuk melaksanakan paket pekerjaan design yang terdiri dari pemilihan Technology/Licensor, pembuatan design (BED & FEED). Pada tanggal 20 Mei 2021 lalu telah disampaikan pengumuman dua pelaksana terpilih untuk tahap DBC. 

"Tahap selanjutnya adalah lingkup EPC yang akan menetapkan satu pemenang pelaksana pembangunan yang lebih kompetitif dari sisi biaya dan harga," ucapnya. 

Proses tender ini dijalankan Pertamina dengan pendampingan dari Tim Jamintel, Bareskrim Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan juga berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga _Governance_-nya sangat terjaga dengan baik. Pertamina telah melakukan evaluasi sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang tercantum di dalam Dokumen Prakualifikasi.  /Berdasarkan dokumen yang diserahkan oleh Hyundai, yang merupakah salah satu dari dua pemenang tender tahap DBC, dan klarifikasi langsung ke Pemilik Proyek Kyanly, Hyundai memenuhi persyaratan yaitu memiliki pengalaman sebagai Leader pada Proyek Olefin Cracker.

Pertamina telah melaksanakan evaluasi Teknis dari Proposal Tahap-1 (Administrasi & Teknis) sesuai dengan ketentuan dalam dokumen Tender Part 2B yang telah dijelaskan dan diterima oleh seluruh Peserta Tender. Pertamina juga telah melakukan klarifikasi kepada seluruh Peserta Tender. Hasil evaluasi teknis berupa skor Teknikal dan ranking telah diinformasikan, dipahami dan diterima oleh seluruh Peserta Tender yang dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh seluruh Peserta Tender.

Dalam SOP Tender Pertamina terdapat ketentuan bahwa untuk penilaian Keuangan vendor dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan tiga tahun terakhir berturut-turut yang telah diaudit. Pendaftaran Prakualifikasi Tender TPPI Olefin dilaksanakan pada bulan Februari 2020, dimana lazimnya Laporan Keuangan audited tahun 2019 belum terbit sehingga yang digunakan adalah Laporan Keuangan Audited tahun 2018, 2017 dan 2016. Pada tanggal 3 Agustus 2020, proses pengadaan sudah sampai pada tahap pemasukan proposal Tahap-1 (Administrasi & Teknis). (rilis)