Gunakan Seragam Putih Abu Abu Terakhir Kalinya, 557 Siswa SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Orangtua
Seriau, SMAN 8 Pekanbaru kembali melanjutkan tradisi pelepasan siswa kelas XII disekolah secara sederhana. Dengan mengunakan seragam putih abu abu, 557 siswa diserahkan kembali ke orangtua, pada Selasa (5/5) pagi.
" Usai apel pagi ini dengan mengunakan pakaian putih abu abu untuk terakhir kalinya, ibuk serahkan kembali siswa ke orangtua setelah tiga tahun menuntut ilmu di SMAN 8 Pekanbaru," kata Plt SMAN 8 Pekanbaru Sulismayati, Selasa (5/5)
Sulis juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang sudah mempercayai SMAN 8 Pekanbaru sebagai tempat menuntut ilmu dan pembentukan karakter.
Kepada ananda, ibuk berharap terus lanjutkan pendidikan yang lebih tinggi jangan putus sekolah sebab lulusan SMA salah satu orientasinya melanjutkan pendidikan tinggi di universitas baik negeri dan swasta. Tetap semangat belajar dan jaga almamater dimanapun menuntut ilmu.
" Ibuk harapkan 5 tahun mendatang ada cerita cerita kesuksesan, kabar baik ananda telah berhasil bekerja baik di instansi pemerintah dan swasta. Cerita berhasilan inilah nantinya bisa ananda sampai ka kepada adik adik kelas di SMAN 8 Pekanbaru," kata Sulis.
Sulis merasa bangga bahwa dari 557 siswa yang tamat, 66 siswa SMAN 8 Pekanbaru dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia
" Jika tahun lalu, siswa yang diterima sebanyak 51 siswa orang, namun tahun ini yang naik bertambah menjadi 66 orang yang tersebar di 12 universitas ternama di Indonesia antaranya UGM) tembus 30 orang, Universitas Indonesia (UI) 3 orang,
Institut Teknologi Bandung (ITB) 3 orang," ujar Sulis.
Sementara itu Komite SMAN 8 Pekanbaru Delisis Hasanto mengatakan perpisahan dan pelepasan siswa kembali ke orangtua dilakukan disekolah secara sederhana selepas apel pagi.
Seteleh pelepasan siswa ke orangtau, tegas Delisis, tidak ada lagi yang namanya perpisahan diluar sekolah. Jika masih ada siswa yang melaksanakan perpisahan setelah acara ini tidak lagi menjadi tanggung jawab komite dan sekokah.
" Kita sudah komitmen sekolah dengan komite bahwa tidak ada lagi perpisahan diluar acara yang kita gelar pada pagi hari ini. Ini secara resmi kami mengembalikan siswa ke orangtua," kata Delisis.(zal)




