MENU TUTUP

Willem dan Assoc Prof Tavip Jadi Pembicara Talkshow Internasional di Pondok Pesantren Al- Faruqi

Jumat, 24 April 2026 | 22:00:00 WIB | Di Baca : 801 Kali
Willem dan Assoc Prof Tavip Jadi Pembicara Talkshow Internasional di Pondok Pesantren Al- Faruqi

 

Seriau,- Pondok Pesantren Al Faruqi mengelar Talkshow  Internasional mengangkat tema" Smart Marketing Strategies For Vokational Islamic  School" .

Talkshow yang berlangsung satu hari, Jumat (24/4) di SMK Al Faruqi
Boarding School menghadirkan pembicara dari Belanda Willem Dresserhuys seorang pakar digital marketing.

Selain itu juga tampil pembicara lainya yakni dosen Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia Assoc Prof Dr. Ir Achmad Tavip Junaedi. MM.

Pimpinan Pondok Pesantren Al- Faruqi Dr. H Masriadi. Lc, M. Sha mengatakan kegiatan talkshow internasional ini menghadirkan pakar digital marketing dari Belanda Willem. Beliau  merupakan pakar digital marketing yang telah melalang buana diberbagai negara.

Dengan talkshow internasional ini mampu memberikan ilmu ilmu baru kepada peserta terutama kepada santriwati yang ada di Pondok Pesantren Al Faruqi.

Kegiatan ini juga para santriwati akan memperoleh gambaran dan kemampuan digital marketing dimasa akan datang.

"  Pastilah beberapa tahun kedepan dengan kemajuan teknologi, digital marketing sangat dibutuhkan oleh siapapun. Apalagi di Pondok Pesantren Al Faruqi mempunyai bidang keahlian Kuliner dan Busana sangat membutuhkan strategi penjualan dan marketing yang jitu," kata Masriadi, Jumat (24/4) pagi.

Disela acara tersebut juga dilakukan penandatangan kerjasama antara Pondok Pesantren Al- Faruqi dengan Yayasan Islam Al Afkar dalam bentuk peningkatan mutu pendidikan, pengembangan profesional, digital marketing dan lain sebagainya.

Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Dr. H Masriadi. Lc, M. Sha dengan Assoc. Prof. Dr Nicholas Renaldo. SE,MM. Selanjutnya launching peresmian Yayasan Sinergi Mandiri Indonesia dibawah pengawasan Muhammad Syah Reza Abdali ST.

Sementara itu pakar digital marketing Willem dihadapan peserta talkshow menyampaikan seorang mempunyai usaha dibidang kuliner, biasanya konsumen akan mengecek dulu di internet atau media sosialnya reviewnya bagus, kemungkinan besar konsumen akan mengunjungi usaha kita.

Usaha yang bagus harus mempunyai webside yang sifatnya mobile. Webside sebaiknya menampilkan nomor informasi apakah itu WhatsApp sehingga konsumen bisa langsung melakukan reservasi.

" Karena kultur budaya barat dengan budaya timur. Biasanya negara negara barat, orang lebih suka reservasi dulu. Kalau kita di indonesia, konsumen langsung ke tempat kuliner tanpa harus reservasi dulu. Itu aja yang membedakan," kata Willem.

Selain itu, kata Willem lagi, usaha kuliner biasanya banyak membutihkan informasi seperti gambar. Tetapi kenyataan dilapangan, masyarakat tidak bisa merasakan apakah makanan yang digambar itu enak atau tidak.

Disinilah, peran digital marketing bagaimana bisa memberikan  informasi tidak hanya gambar tapi juga tulisan. Kalau perlu ada cerita dari gambar yang diposting.

Misalnya pengalaman orang ketika menyantap makanan kita, konsumen bisa menunjukan ekspresi wajah yang hepi, senang, enak dan kalau perlu ditunjukan dengan cara memakannya.

Selain itu, usaha bidang kuliner juga harus bekerja secara proposional tidak hanya pandai memposting cerita, tapi juga mempunyai skill cara memasak yang bagus, dipadu dengan strategi pemasaran. Sehingga konsumen ingin merasakan makanan yang ada dipostingan itu

"  Sekali lagi saya tekankan, konsumen itu biasanya ingin mengetahui, membutuhkan banyak informasi baik gambar, tulisan dan cerita dari informasi yang kita postingkan," kata Willem

Sementara pembicara lainnya Assoc Prof Dr. Ir Achmad Tavip Junaedi. MM dihadapan santriwati menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan penelitian tentang " Produk Hilirisasi Riset Terapan Kambing di Fathur Farm" sejak tahun 2023 lalu. Penelitian ini berlanjut di tahun 2024, 2025 dan 2026.

Dalam penelitiannya ,bahwa bisnis kambing ini banyak manfaat yang didapat. Yang perlu dipersiapkan
dalam bisnis kambing yang harus ada kambing, sarana prasarana, titip kambing dan bisnis kambing juga bisa dijadikan objek wisata.

Tavip menjelaskan bisnis kambing banyak yang bisa diambil seperti dagingnya bisa dijadikan daging qurban, aqikah, komsumsi dijadikan abon, sate, bakso dan lainnya

Susu kambing bisa dijadikan ice creme, keju, sanen, roti, latte.dan lainnya. Begitu juga kotoran kambing dan air seni bisa dijadikan kompas.

Sementara untuk sarana prasarana bisnis kambing ini harus disiapakan mulai dari timbangan kambing (kambing sejahtera, kandang rawan bencana)

IOT (mendeteksi kesehatan, penyakit, bobot, suhu dan lainnya.
dan pasteurasasi, pencacah serta pengemasan susu (roasting dan depot air).

Titip kambing (akad syariah) terakhir pariwisata dijadikan untuk agrowisata, peternakan terintegrasi pertanian. (zal)
 


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa