MENU TUTUP

Lapas Bagansiapiapi 'Lupakan' Tanggal Merah, Dari Layanan Kunjungan Hingga Pembebasan 4 Warga Binaan

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:18:45 WIB | Di Baca : 1019 Kali
Lapas Bagansiapiapi 'Lupakan' Tanggal Merah, Dari Layanan Kunjungan Hingga Pembebasan 4 Warga Binaan

 

SeRiau - Gema takbir masih terasa di hari ketiga Idul Fitri 1447 H, namun bagi petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, momen ini bukan berarti lepas dari tanggung jawab. Di bawah instruksi langsung Kalapas Agus Imam Taufik, suasana kantor yang seharusnya sepi karena tanggal merah justru tampak sibuk.

Disamping layanan kunjungan lebaran, Para petugas administrasi tetap bersiaga demi memastikan 4 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bisa pulang lebih awal melalui program Pembebasan Bersyarat (PB), Senin (23/03/2026).

​Langkah luar biasa ini diambil bukan tanpa dasar. Kalapas Agus Imam Taufik menegaskan bahwa percepatan Pembebasan Bersyarat (PB) di hari libur ini dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pihak Bapas (Balai Pemasyarakatan). Hal ini merupakan bentuk empati mendalam kepada keluarga warga binaan. 

Menurutnya, momen lebaran adalah waktu yang sakral untuk berkumpul, dan ia tidak ingin prosedur administratif di hari libur menghalangi hak tersebut.

​"Secara teknis, bisa saja proses ini saat kantor buka kembali setelah cuti bersama. Namun, saya instruksikan jajaran untuk menyelesaikannya hari ini. Kita ingin mereka bisa merasakan sisa hari raya bersama anak dan istri di rumah. Bagi kami, kebahagiaan keluarga mereka yang bersatu kembali adalah prioritas kemanusiaan kami," ujar Agus Imam Taufik.

​Pesan Penguatan dari Kalapas Melalui Kasubsi Registrasi. ​Sebelum gerbang besi dibuka, sebuah pengarahan emosional diberikan oleh Kalapas melalui Kasubsi Registrasi, Ibu Febri Resmalia. Di depan keempat WBP yang tampak haru, Ibu Febri menyampaikan pesan khusus dari pimpinan agar kebebasan ini dijaga dengan integritas.


​"Bapak Kalapas menitipkan pesan melalui kami, bahwa hari ini kalian pulang bukan hanya membawa fisik, tapi harus membawa mental baru. Beliau meminta kalian untuk membuktikan bahwa pembinaan di sini berhasil. Jangan pernah kembali lagi ke sini, jangan ulangi kesalahan yang sama. Jadikan pelukan keluarga di rumah nanti sebagai pengingat untuk terus berbuat baik," tegas Ibu Febri Resmalia.

​Salah satu warga binaan yang bebas mengaku sangat terharu dengan dedikasi para petugas. Ia tidak menyangka proses pembebasannya tetap diurus meskipun di tanggal merah, dan yang paling utama, tanpa dipungut biaya sepeser pun.


​"Saya kaget, saya pikir baru bisa pulang minggu depan. Ternyata Pak Agus dan Ibu Febri tetap masuk kantor urus surat kami. Terima kasih banyak, Pak Kalapas. Saya bisa pulang tanpa bayar apa-apa, murni karena hak saya. Ini hadiah lebaran paling indah buat ibu saya di rumah," ungkapnya sambil terisak saat bersalaman dengan petugas.

​Dedikasi luar biasa dari Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ini menjadi preseden positif bahwa institusi pemasyarakatan kini semakin humanis, responsif, dan berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat. (fds)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa