MENU TUTUP

Konsolda BPMP Riau 2026 Bahas Revitalisasi, SPMB, Digitalisasi dan Sekolah Terintegrasi

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:49:18 WIB | Di Baca : 662 Kali
Konsolda BPMP Riau 2026 Bahas Revitalisasi, SPMB, Digitalisasi dan Sekolah Terintegrasi

 

Seriau,- Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau melaksankan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 mulai tanggal 4-6 Maret 2026.

Konsolda BPMP Riau 2026 ini dibuka oleh Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, S.Kom, M.Pd di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Rabu (4/3) sore

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Erisman Yahya serta Kepala Disdik kabupaten/kota di Riau. Kepala Ombudsman Perwakilan Riau, Bambang Pratama, Ketua PGRI Riau, Ketua Dewan Pendidikan Riau dan mitra BPMP Riau lainnya

Kepala BPMP Riau Dr Nilam Suri dihadapan peserta mengatakan Konsolda ini merupakan tindak lanjut Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang digelar di Sawangan pada 27–29 Januari lalu.

Beberapa program prioritas pemerintah di bidang pendidikan yang dibahas di Konsolda BPMP Riau 2026 antara lain revitalisasi, sekolah terintegrasi, digitalisasi pembelajaran, SPMB, MBG, TKA, SPM Pendidikan dan Manajemen Talenta.

Nilam juga mengatakan 2025 lalu Riau menerima program untuk 389 sekolah, terdiri atas 46 SD, 171 SMP, 127 SMA, dan 45 SLB, serta dua Unit Sekolah Baru (USB) SMA di Indragiri Hilir dan Kampar.

Pada 2026, terdapat 1.503 usulan revitalisasi meliputi 17 SKB, 471 PAUD, 649 SD, 438 SMP, 76 SMA, 33 SMK, dan 9 SLB, serta lima usulan USB.

Di bidang digitalisasi pembelajaran, sebanyak 242 guru SD di Pekanbaru telah mengikuti bimbingan teknis pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) tahun 2025. Bimtek ini dibiayai oleh BOS kinerja

Sementara itu, terkait TKA yang akan digelar bulan depan, Nilam mengapresiasi langkah Disdik Riau mewajibkan siswa mengikuti tes tersebut. Saya nilai TKA penting untuk memetakan kualitas siswa dan guru," kata Nilam

Sebagai penegasan komitmen SPMB 2026 dilakukan penandatanganan Pakta Integritas SPMB antara BPMP Riau dengan Dinas Pendidikan Riau dan Dinas Pendidikan kabupaten kota di Riau

Selain pakta integritas, Kepala BPMP Riau Nilam juga menyatakan ke depan akan ada sosialisasi kepada pihak DPRD, Kejaksaan Tinggi, Kejari, Polri, media, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“ Saya tegaskan jangan ada lagi pihak lain yang mengacaukan SPMB. Karena SPMB bukan hanya hak anak orang kaya, tapi juga hak semua anak di manapun mereka berada. Sebulan sebelum SPMB, Dapodik kita tutup," tegas Nilam

Sementara itu Direktur SD Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad usai membuka Konsolda BPMP Riau 2026 mampu menyelaraskan pemahaman pemerintah daerah terhadap arah kebijakan nasional, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan tindak lanjut yang efektif dan akuntabel.

" Semua program pendidikan sama prioritasnya. Termasuk program yang turun langsung sebagai Instruksi Presiden Prabowo Subianto seperti revitalisasi satuan pendidikan, dan digitalisasi pendidikan," ujar Salim

Tahun 2026 ini, kata Salim, pemerintah kembali mengadakan tiga PID beserta perangkat pendukung untuk tiap sekolah, dan akan ditambah dua PID lagi pada 2027.

Terkait SPMB, Salim menegaskan bahwa daya tampung sudah diatur dalam Permendikdasmen dan keputusan menteri."Jadi jelas rumusnya dan tidak bisa diubah,” tegas Salim.

Dirinya juga berharap lewat Konsolda ini dirumuskan bagaimana semua pihak di Riau mensukseskan program-program pendidikan tersebut. (zal)


 


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa