MENU TUTUP

Prof Kafrawi dan Prof Jufrizal Resmi Sandang Guru Besar Umri, Rektor: Perdana Sejak Kampus Ini Berdiri

Rabu, 25 Februari 2026 | 19:00:00 WIB | Di Baca : 793 Kali
Prof Kafrawi dan Prof Jufrizal Resmi Sandang Guru Besar Umri, Rektor: Perdana Sejak Kampus Ini Berdiri

 

Seriau,- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) resmi mengukuhkan dua guru besar pertamanya melalui Sidang Senat Terbuka, Rabu (25/2/2026).

Dua guru besar yang dikukuhkan yakni Prof Ahmad Kafrawi Nasution bidang Kepakaran Biomaterial Degradasi dan Prof Jufrizal Syahri bidang Kepakaran Ilmu Kimia Organik

Rektor Umri, Dr Saidul Amin, MA mengatakan menilai pengukuhan profesor memiliki makna mendalam karena menjadi pengakuan atas kematangan keilmuan sekaligus kehormatan akademik.

Pengukuhan guru besar merupakan peristiwa akademik yang sangat sakral dan bermakna, bukan sekedar kebutuhan jabatan fungsional tertinggi melainkan pengakuan institusional dan moral atas kematangan intelektual intensitas akademik serta kontribusi kontribusi keilmuan yang berkelanjutan.

Dalam tradisi perguruan tinggi khususnya di lingkungan Muhammadiyah, guru besar bukan sekedar simbolik puncak otoritas keilmuan tapi juga kepribadian dan bukan hanya jabatan fungsional yang bisa berakhir

" Saya ucapkan selamat dan penghargaan serta apresiasi yang tinggi timgginya pada Prof Ahmad Kafrawi dan Prof Jufrizal atas pencapaian guru besar ini. Kita harapkan menjadi virus kebaikan yang akan ditularkan kepada para dosen-dosen lain," kata Saidul, Rabu (25/2) di Gedung Rektorat UMRI

Dikatakan Saidul, jabatan guru besar bukanlah tujuan akhir dari perjalanan academik, justru merupakan awal dari tanggung jawab moral sosial dan intelektual yang jauh lebih berat. Profesor bukan hanya pakar di bidangnya tapi juga penjaga nilai penuntun arah keilmuan dan teladan akhlak civitas akademika maupun masyarakat luas.

" Saya ingin dua profesir ini bisa melahirkan riset unggulan yang mampu menjawab persoalan bangsa sekaligus menginspirasi generasi muda," harap Saidul.

Sebagai bentuk penghormatan, Umri memberikan penghargaan berupa hadiah umrah selain toga profesor kepada kedua akademisi tersebut

Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM., M.Kes. mengatakan lahirnya guru besar menjadi indikator kemajuan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Capaian ini disebut sebagai simbol kualitas institusi.

Guru besar adalah jabatan fungsional atau jabatan akademik tertinggi bagi dosen yang menyiratkan amanah tentang menjawab besar terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan bangsa. Pencapaian Ini bukan sekedar gelar pribadi untuk jabatan pribadi melainkan simbol keunggulan mutu di Universitas Muhammadiyah

" Kami berharap para guru besar yang baru dikukuhkan dapat meningkatkan produktivitas publikasi pada kertas memperluas di jaring kolaborasi nasional dan internasional tapi menguatkan Hilir fasilitas membimbing lahirnya Doktor dan para Profesor baru di masa depan," kata Nopriadi

Dikatakan Nopriadi, seorang guru besar tentu memiliki peran strategis. Pertama, mendidik dan membimbing guru besar saling mengajar dan membimbing para mahasiswa, mengarahkan penelitian yang berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuannya.

Kedua, menulis dan mengembangkan semua menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang menjadi rujukan nasional maupun internasional. Ketiga, menyebarluaskan gagasan dan pemikiran, memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial dan industri melalui pendekatan ilmiah. Keempat, menjadi panutan dan arti inspirasi terhadap pengembangan pendidik. Kelima, mendorong kualitas akademik dan institusi umum keberadaan guru besar.

Sementara, dalam orasi ilmiahnya, Prof Kafrawi memaparkan transformasi biomaterial yang kini berkembang pesat dalam dunia kesehatan. Inovasi terbaru mencakup penggunaan logam seperti magnesium, zink, dan besi yang dapat terdegradasi terkendali.

Sementara, Prof Jufrizal menyoroti tantangan global malaria yang masih tinggi. Jufrizal mengulas perjalanan panjang penemuan obat malaria. Pendekatan modern kini memanfaatkan Computer-Aided Drug Design (CADD) yang mempercepat penemuan kandidat obat melalui simulasi komputer. (zal)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa