Kepsek SMK Labor: Siswa Boleh Bawa Handphone, Tapi Ikuti Aturan Sekolah
Seriau,- Dinas Pendidikan Provinsi Riau resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 800.1.10/365/Disdik/2026 tentang pembatasan penggunaan telepon seluler (handphone) di SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Provinsi Riau.
Ada surat edaran pembatasan pengunaan handphone bagi siswa di sekolah ditanggapi beragam oleh kepala sekolah. Beberapa sekolah ada yang menjalan surat edaran, namun ada juga sekolah yang menolak namun pengunaan handphone mengikuti aturan yang dibuat oleh sekolah.
Seperti halnya, SMK Labor Pekanbaru Binaan FKIP ini membolehkan siswa membawa Hp disekolah namun harus mengikuti SOP yang dibuat sekolah. Aturan ini sudah lama dibuat dan dipatuhi oleh siswa.
Kepala SMK Labor Pekanbaru Jefrihunter mengatakan setiap hari seluruh Hp siswa dikumpulkan oleh walikelas dan disimpan diloker yang sudah disedikan oleh sekolah. Waktu istirahat, bagi siswa yang ingin mengunakan Hp, diperbolehkan setelah minta izin dari guru. Namun setelah itu, dikumpulkan lagi hingga jam pelajaran selesai baru dibagikan ke siswa.
" Penggaturan ini telah lama kita buat. Sebab, pengunaan Hp saat ini sangat diperlukan. Banyak keperluan dan informasi dari pengunaan HP. Makanya kita disekolah membolehkan siswa membawa Hp tapi ada aturan yang kita buat untuk mempergunakan Hp. Tidak sembarangan ada aturan dan ini sudah lama kita lakukan," kata Jefrihunter, Selasa (3/2) disekolah.
Menurut Jefri, diera digital ini, ada mata pelajaran yang mengharuskan siswa mempergunakan perangkat Hp saat pembelajaran mata pelajaran tersebut.
Disaat mata pelajaran yang mengunakan Hp, guru bersangkutan meminta izin kepada walikelas, agar siswa bisa mempergunakan HP. Setelah mata pelajaran selesai, Hp kembali dikumpulkan lagi.
Selain itu, kegunaan Hp, banyak informasi yang menyangkut sekolah baik itu data informasi siswa seperti KUM, dan aplikasi lainnya.
" Jadi pada dasarnya, kita mendukung kebijakan Disdik Riau membatasi pengunaan HP di sekolah, namun kita tidak munafik juga bahwa pengunaan Hp juga menjadi kebutuhan sekunder bagi siswa. Banyak informasi yang diperoleh dari pengunaan Hp," ujar Jerfi yang juga Ahli IT Riau ini.
Ditambahkannya lagi, dari kebijakaan yang dikeluarkan Disdik Riau, yang paling penting ada jalan tengahnya wim win sulotion bagaimana siswa bisa membatasi pengunaan Hp dan siswa tidak boleh juga ketinggalan informasi dari kemajuan teknologi digital saat ini. (zal)




