MENU TUTUP

Mahasiswa UMRI Gelar Sosialisasi Anti- Radikalisme di SMK Negeri 5 Pekanbaru

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:20:00 WIB | Di Baca : 777 Kali
Mahasiswa UMRI Gelar Sosialisasi Anti- Radikalisme di SMK Negeri 5 Pekanbaru

 

Seriau,- Dalam upaya membangun kesadaran kolektif melawan paham radikalisme, lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi di SMK Negeri 5 Pekanbaru.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini menjadi bukti nyata peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa dan menangkal ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Tim sosialisasi yang terdiri dari Raudhatul Jannah, Rehan Sarazi, Nabil Hanafi, Alfino Agus Pratama, dan Hanif Ma'arifatul Jamil hadir membawa misi mulia: menumbuhkan pemahaman yang mendalam tentang bahaya radikalisme di kalangan pelajar.

Kegiatan ini dilaksanakan di
bawah bimbingan Ripi Hamdani, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing yang turut memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswanya. Mereka menyadari bahwa generasi muda, khususnya siswa tingkat menengah, merupakan kelompok yang rentan terpapar propaganda dan narasi yang menyesatkan dieradigital ini.

" Kami ingin berbagi pemahaman bahwa islam adalah agama yang rahmatan lilalamin agama yang membawa kedamaian dan kasih sayang bagi seluruh alam. Radikalisme justru bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama kita," ujar salah satu anggota tim dalam sambutannya.

Kegiatan sosialisasi ini dikemas dengan pendekatan dialogis dan interaktif, jauh dari kesan menggurui. Para mahasiswa UMRI memfasilitasi diskusi terbuka, berbagi pengalaman, dan memberikan wawasan tentang bagaimana mengenali, memahami, dan menolak paham- paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengertian radikalisme, faktor- faktor penyebab munculnya paham radikal, dampak negatif radikalisme terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, hingga strategi pencegahan yang dapat dilakukan oleh generasi muda.

Para siswa SMK Negeri 5 Pekanbaru terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan kritis dan aktif berdiskusi.


Kepala SMK Negeri 5 Pekanbaru Bowo Sukmono menyambut baik inisiatif yang digelar oleh mahasiswa UMRI ini.

" Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membekali siswa- siswi kami dengan pemahaman yang benar tentang moderasi beragama dan berbangsa. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut," ungkapnya.

Radikalisme merupakan tantangan serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Paham ini tidak hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga merusak tatanan sosial masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan radikalisme harus melibatkan seluruh elemen masyarakat  termasuk dunia pendidikan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para mahasiswa UMRI telah menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan
kebhinekaan. Mereka membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulaidarilangkahkecil yang konsisten dan penuh dedikasi.

Di akhir kegiatan, para siswa berkomitmen untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan mereka masing- masing. Mereka memahami bahwa melawan radikalisme bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab setiap warga negara yang mencintai Indonesia.

Semoga inisiatif mulia dari lima mahasiswa UMRI ini dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk turut serta dalam membangun Indonesia yang damai, toleran, dan sejahtera. Karena pada akhirnya masa depan bangsa ini berada di tangan mereka yang berani mengambil sikap dan bekerja nyata untuk kebaikan bersama.

Referensi
1. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (2022). Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme.Jakarta:BNPT.
2. Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat
KementerianAgamaRI.
3. Maarif, A. S. (2021). Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah
RefleksiSejarah.Bandung:Mizan.
4. Azra, A. (2020). Transformasi Politik Islam: Radikalisme, Khilafatisme, dan Demokrasi.
Jakarta:PrenamediaGroup.
5. Qodir, Z. (2018). Radikalisme Agama di Indonesia: Kemunculan, Perkembangan, dan
Penanggulangannya.Yogyakarta:PustakaPelajar.
6. Ma'arif Institute. (2023). Panduan Praktis Melawan Radikalisme di Kalangan Generasi
Muda.Jakarta:Ma'arifInstituteforCultureandHumanity.
7. Wahid Foundation. (2022). Laporan Survei Nasional: Toleransi dan Radikalisme di
KalanganPelajar.Jakarta:Wahid Foundation(***)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa