MENU TUTUP

Mahasiswa Teknik Mesin UMRI Sosialisasikan Etika Berbahasa Tantangan Radikalisme Di Era Media Digital.

Senin, 12 Januari 2026 | 14:20:54 WIB | Di Baca : 645 Kali
Mahasiswa Teknik Mesin UMRI Sosialisasikan Etika Berbahasa Tantangan Radikalisme Di Era Media Digital.

 

Seriau,- Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema" Etika Berbahasa Tantangan Radikalisme Di Era Media Digital".

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 20 Desember 2025 di Panti Asuhan As Salam, Kota Pekanbaru

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengertian, ciri-ciri, dan bahaya paham radikalisme di era media digital bagi individu serta dampak buruknya di lingkungan Panti Asuhan.

Sasaran utama kegiatan ini adalah anak didik Panti Asuhan sebagai aktor utama  dalam upaya pencegahan perilaku yang mengarah kepada radikalisme di lingkungan Panti Asuhan.

Kegiatan dibuka oleh mahasiswa Teknik Mesin UMRI oleh Yuki yang bertindak sebagai pembawa  acara.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh 2 narasumber dari  mahasiswa UMRI. Materi pertama disampaikan oleh Yuki Hamdani dengan judul “Pengertian dan Ciri-Ciri Paham Radikalisme di Era Media Digital.”

Dalam paparannya, Yuki menyampaikan  bahwa Radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan secara ekstrem dan memaksa, sering disertai intoleransi dan kekerasan, serta bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kebhinekaan.

Dia juga menekankan pentingnya mendeteksi ciri-ciri paham radikal agar kita dapat mengenali dan mencegah penyebarannya sejak dini, tidak mudah terpengaruh ajakan ekstrem, serta menjaga diri dan lingkungan agar tetap aman, toleran, dan damai.

Materi kedua disampaikan oleh Aldi yang membahas “Bentuk dan Dampak Langsung Radikalisme di Lingkungan.” Aldi menjelaskan bahwa tindakan seperti memilih-milih teman berdasarkan suku, ras, dan agama di lingkungan sekitar merupakan salah satu bentuk sikap radikalisme.

Dia juga menyampaikan sikap seperti itu akan berdampak buruk dan menciptakan suasana lingkungan yang tidak harmonis sehingga memungkinkan timbulnya perpecahan. Selanjutnya, materi ketiga dibawakan oleh Yuki dengan topik “Pengertian dan Contoh Etika Berbahasa.”

Yuki menjelaskan bahwa salah satu strategi dalam upaya mencegah paham radikalisme ini dengan pendekatan komunikasi secara langsung di lingkungan sekitar/Panti Asuhan.

Dirinya menekankan bahwa pendekatan ini  lebih sesuai diterapkan pada pelaku anak didik agar pesan-pesan tentang bahaya radikalisme dapat disampaikan secara jelas, empatik, dan sesuai dengan kondisi peserta.

Selain itu, pendekatan ini efektif menumbuhkan nilai toleransi, sikap kritis, dan rasa kebersamaan, karena disampaikan melalui bahasa yang sederhana dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Materi keempat sekaligus terakhir disampaikan oleh Aldi dengan tema “ Efek Utama Komunikasi Langsung Dalam Menangkal Paham Radikalisme.”

Materi ini menyoroti pentingnya Komunikasi yang efektif dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, tidak provokatif, serta menghargai perbedaan pendapat.
Aldi juga menjelaskan bahwa Melalui sikap terbuka dan dialog dua arah, komunikasi yang baik memberi ruang bagi klarifikasi, pertanyaan, dan diskusi sehingga kesalahpahaman atau informasi keliru yang sering dimanfaatkan oleh paham radikal dapat diluruskan.

Ia juga mendorong para guru untuk aktif membangun ikatan emosional yang  sehat dengan anak-anak mereka. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan partisipasi dari beberapa anak didik.

Peserta  terlihat antusias menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Salah satu tanggapan datang dari adik Amel, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun kedekatan emosional agar tiap anak didik tidak mudah untuk di provokasi dan selalu harmonis.

" Saya sangat berterima kasih kepada abang kakak Mahasiswa UMRI karena sudah membantu dalam kegiatan sosialisasi ini, terutama dalam pencegahan paham radikalisme di lingkungan sekolah, dimana pencegahan sikap radikalisme ini penting untuk diketahui sejak dini.“ ujar Adik Amel.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan ditutup dengan pemberian makanan ringan kepada peserta didik sekaligus ucapan terima kasih dari tim pelaksana, serta sesi dokumentasi.

Kegiatan ini merupakan hasil dari serangkaian tugas mahasiswa Teknik Mesin UMRI pada mata kuliah Bahasa Indonesia, yang dilaksanakan secara kolaboratif antara mahasiswa dengan pihak Panti Asuhan Assalam.

Pendekatan secara humanis yang digunakan untuk menyampaikan informasi diharapkan mendorong dialog, kesadaran, serta hubungan harmonis antar masyarakat yang berada di wilayah sekitar Panti Asuhan Assalam.

Kegiatan sosialisasi pencegahan sikap radikalisme ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah awal yang konkret dalam menciptakan lingkungan sosial yang toleransi, sehat, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Dosen Pengampu: Ripi Hamdani, S.pd.,M.Pd

Daftar Mahasiswa Pelaksana (Prodi Teknik Mesin Umri):

M.Dharma Putra, Khoirul, Aldi Bagus Pratama, Yuki Hamdani, M.Rafi Hariri, M.Afif Sarwani, Fatwa Aziz (***)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa