MENU TUTUP

Mahasiswa FEB UMRI Sosialisasikan Ancaman Radikalisme di Era Digital Untuk Siswa SMP dan SMA di Panti Asuhan Annisa

Senin, 05 Januari 2026 | 13:40:40 WIB | Di Baca : 558 Kali
Mahasiswa FEB UMRI Sosialisasikan Ancaman Radikalisme di Era Digital Untuk Siswa SMP dan SMA di Panti Asuhan Annisa

 

Seriau,- Penyebaran paham radikalisme di Indonesia kini semakin masif, terutama melalui platform media sosial dan internet, menargetkan generasi muda termasuk pelajar dan mahasiswa.

Fenomena ini menjadi ancaman serius terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila. Radikalisme, yang diartikan sebagai paham yang menginginkan perubahan sosialpolitik menggunakan kekerasan, merupakan ancaman nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Paham ini sering kali menyusup melalui isu-isu sensitif, seperti 
keagamaan, dan menyebarkan ujaran kebencian serta hoaks untuk menciptakan kekacauan. 

Lingkungan daring, seperti media sosial, menjadi lahan subur penyebaran paham ini, membuat literasi digital dan pemahaman ideologi menjadi sangat krusial.
Pancasila bukan sekadar landasan teori, melainkan panduan hidup nyata yang memuat makna keberagamaan dan kebersamaan.

Nilai-nilai dalam Pancasila secara langsung bertentangan dengan gerakan radikalisme dan terorisme, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menolak pemaksaan kehendak dan penggunaan cara-cara kekerasan.

Selain itu, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dan Persatuan Indonesia menegaskan tentang toleransi, dialog antaragama, dan penghargaan terhadap perbedaan, yang esensial dalam mengikis kecurigaan dan bibit radikalisme.

Dalam publikasi ini, kami menargetkan anak-anak panti asuhan “Annisa” tingkat SMP-SMA untuk memberikan edukasi seputar “Peran Pancasila Menangkal Radikalisme 
di Era Digital”. Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan penyampaian kata sambutan oleh Wahdini Arhan.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Laifa Salsabila dan Vadilla Yasril Tanjung yang membahas pengertian dari radikalisme serta peran pancasila 
dalam menangkal radikalisme.

Setelah kami berikan penjelasan singkat, lalu kami menghibur anak-anak dengan kuis berhadiah, salah satu dari mahasiswa memberi pertanyaan “apa dampak negative dari tadikalisme di era digital?” dengan antusias anak-anak berebut untuk menjawab, maka ditunjuklah satu anak bernama kayla. “dampaknya banyak sekali kak, salah satunya yaitu

adanya potensi terorisme dan adanya penyebaran hoaks yang akan merusak kepercayaan masyarakat”. Ternyata anak-anak panti asuhan tersebut sudah tahu bahaya akan radikalisme 
serta bagaimana cara penanganannya.

Tujuan sosialisasi kami berakhir dengan hiburan yaitu ice breaking, yang mana ada 3 anak yang salah melakukannya akan mendapat hukuman berupa nyanyi potong bebek angsa dengan huruf vokalnya diganti dengan huruf O.

Anak-anak sangat terhibur, sesi terakhir kami tutup dengan salam-salaman dan berfoto bersama. Unggahan ini disusun sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi dalam rangka memenuhi Tugas Mata Kuliah Pancasila dengan Dosen Pengampu Bapak Dodi Asmara, S.Sos., M.Si.

Oleh: Kelompok 10 Dipublikasikan pada: Senin, 05 Januari 2026 (***)
 


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa