MENU TUTUP

Pancasila di Hati, Radikalisme Mati: Mahasiswa Teknik Mesin UMRI Gelar Sosialisasi di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru

Selasa, 30 Desember 2025 | 22:53:44 WIB | Di Baca : 625 Kali
Pancasila di Hati, Radikalisme Mati: Mahasiswa Teknik Mesin  UMRI Gelar Sosialisasi di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru

 

Seriau,- Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh paham negatif, sekelompok mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perisai utama melawan radikalisme.

Kegiatan ini berlangsung pada 18 Desember 2025 di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Sosialisasi ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari M. Risky Afdol, M. Asyraf Safawi, M. Tatang Setiawan, M. Chaidir dan Adriyan dengan bimbingan dosen Aniel Najam Putra, SH., MH. Mengangkat tema" Pancasila di Hati, Radikalisme Mati", inisiatif ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif para pelajar berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Pancasila Sebagai 'Super Shield' di Era Digital dalam edukasi yang disampaikan, tim mahasiswa menekankan adanya ancaman "hantu digital". Di era saat ini, paham radikalisme tidak lagi hanya menyebar melalui pertemuan fisik, melainkan secara masif masuk melalui perangkat handphone dan media sosial yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar.

Pancasila dinilai bukan sekadar hafalan semata, melainkan sebuah sistem nilai atau "Super Shield" 
(perisai super) yang menolak prinsip pemaksaan, kekerasan, dan perpecahan." Pancasila adalah 
benteng persatuan bangsa," tegas pesan utama dalam materi yang disampaikan kepada para siswa.

Membongkar 5 Kekuatan Pancasila Para pemateri merinci bagaimana kelima sila Pancasila dapat diimplementasikan untuk menangkal radikalisme:

Sila 1 (Ketuhanan): Menekankan bahwa pilihan agama adalah hak, namun beradab adalah kewajiban. Siswa diajak menolak radikalisme yang mengatasnamakan agama untuk menyebar kebencian.

Sila 2 (Kemanusiaan): Menolak segala bentuk kekerasan dan bullying (fisik maupun dunia maya) karena radikalisme merupakan tindakan yang tidak beradab.

Sila 3 (Persatuan): Mengajak pelajar untuk menghargai keberagaman suku dan daerah demi mencegah upaya pecah belah bangsa.

Sila 4 (Kerakyatan): Mengutamakan musyawarah dan menolak pemaksaan kehendak atau ideologi oleh kelompok tertentu.

Sila 5 (Keadilan Sosial): Memastikan keseimbangan hak dan kewajiban guna menutup celah bagi kelompok radikal yang sering merekrut individu yang merasa tidak diperlakukan adil.

Pesan untuk Generasi Z: Saring Sebelum Sharing Sebagai bagian dari Generasi Z yang sangat aktif di dunia digital , siswa SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru diingatkan untuk memiliki filter yang kuat sebelum berinteraksi dengan konten internet.

" Saring sebelum sharing. Gunakan Pancasila sebagai filter untuk mengecek apakah sebuah konten 
melanggar toleransi atau berisi kebencian sebelum di-like atau dibagikan," ungkap tim mahasiswa 
dalam presentasinya. Pelajar juga didorong untuk berani melaporkan konten negatif dan aktif menyebarkan narasi positif mengenai kebangsaan.

Melalui komitmen pengamalan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari dan dunia digital, diharapkan 
paham radikalisme tidak akan mendapatkan tempat di lingkungan sekolah maupun di hati para generasi penerus bangsa (***)
 


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa