MENU TUTUP

Pengembangan Kemampuan Literasi Pelajar SMK oleh Mahasiswa UMRI Sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme

Senin, 29 Desember 2025 | 13:50:13 WIB | Di Baca : 763 Kali
Pengembangan Kemampuan Literasi Pelajar SMK oleh Mahasiswa UMRI Sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme

 

Seriau,- Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pembentukan karakter generasi muda di era digital, sekelompok mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukasi literasi di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru pada Senin, 15 Desember 2025.

Kegiatan yang bertajuk "Bahasa, Media Sosial, dan Radikalisme" ini dirancang untuk membentengi para siswa dari pengaruh ideologi ekstrem yang kian masif tersebar melalui berbagai platform digital. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dan arahan dosen pengampu, Ripi Hamdani, S.Pd., M.Pd.

Tim mahasiswa yang terlibat dalam aksi edukatif ini terdiri dari M. Asyraf Safawi, M. Risky Afdol, M. Tatang Setiawan, M. Chaidir, Adriyan, dan Luther Gabriel Saebesi.

Menangkal Narasi Ekstrem Melalui Bahasa

Dalam sesi materi yang dipandu oleh M. Risky Afdol, dijelaskan bahwa bahasa merupakan instrumen utama yang sering dimanipulasi untuk membentuk opini publik yang radikal. Penggunaan diksi provokatif seperti "kafir", "musuh negara", dan "pengkhianat" menjadi perhatian serius karena potensinya dalam memecah belah persatuan.

"Generasi muda menjadi target utama karena tingginya aktivitas digital dan fase pencarian identitas mereka. Penting bagi siswa untuk memiliki kemampuan analisis bahasa dalam membaca setiap pesan yang diterima agar tidak mudah terprovokasi," ungkap Risky dalam paparannya.

Peran Strategis Literasi Digital

Selain aspek bahasa, sosialisasi ini juga menyoroti karakteristik media sosial yang sangat cepat namun sering kali minim verifikasi. Mahasiswa UMRI memberikan pemahaman mengenai cara kerja algoritma yang dapat memperkuat polarisasi di lingkungan digital.

Sebagai solusi, para siswa dibekali dengan keterampilan literasi yang mencakup:

Literasi Digital: Kemampuan mengakses, mengevaluasi, dan memproduksi informasi secara bertanggung jawab.

Literasi Bahasa: Memahami konteks, makna, serta dampak dari penggunaan kata-kata tertentu.

Verifikasi Sumber: Melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Mengajak Siswa Menjadi Agen Perubahan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Mesin UMRI mendorong siswa SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru untuk menjadi agen perubahan dengan memproduksi konten positif dan edukatif. Literasi ditegaskan sebagai benteng utama dalam melawan narasi radikal melalui pendekatan yang damai dan inklusif.

"Mari menjadi generasi yang kritis, bijak, dan berdaya digital. Radikalisme bukan hanya masalah ideologi, tetapi juga masalah bagaimana kita berkomunikasi di ruang publik," tutup tim sosialisasi dalam ajakannya kepada para siswa.

Dosen Pengampu: Ripi Hamdani, S.Pd., M.Pd.

Daftar Mahasiswa Pelaksana (Prodi Teknik Mesin UMRI):

M. Asyraf Safawi

M. Risky Afdol (Pemateri)

M. Tatang Setiawan

M. Chaidir

Adriyan

Luther Gabriel Saebesi (***)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa