Wakili Indonesia, Diva Siswa SMAN 8 Pekanbaru Ikut Sakura Science High School di Jepang
Seriau,- Diva Nazla Zaira siswa SMAN 8 Pekanbaru mewakili Indonesia mengikuti program Sakura Science High School (SSHP) 2025 di Jepang
Program SSHP 2025 di Jepang, yang berlangsung mulai 18 sampai 24 Mei 2025 ini diikuti 4 negara yakni Cina, Thailand, Vietnem dan Indonesia
Ketika ditemui media, Dita yang saat ini masih duduk di kelas XI menceritakan pengalaman dirinya mengikuti program Sakura Science High School 2025 di Jepang. Program ini disponsori oleh Japan Science and Technology Agency (JST).
Awalnya Diva merupakan Duta SMA Provinsi Riau 2024. Proses seleksi
SSHP 2025 begitu ketat terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Sebab dalam program Sakura Science High School, seluruh komunikasi hanya mengunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
" Alhamdulillah, setelah diumumkan Kemendikdasmen RI, hanya 5 orang siswa SMA se-Indonesia berhasil lolos mengikuti SSHP 2025 salah satunya dari Riau. Selebihnya siswa dari Aceh, Sumatera Barat, Jogyakarta dan Jakarta," kata Diva ketika bincang bincang, Rabu (28/5) di Pekanbaru
Selama mengikuti program SSHP 2025 di Jepang, kata Diva, dirinya bersama negara lain mengikuti pembelajaran sebagai siswa dan mahasiswa diberbagai university dan sekolah di Jepang. Pembelajaran ini konsentrasinya ke sains dan teknologi
Hari pertama, kata Diva, peserta diajak wisata Asa Kusa Tokyo University of Tokyo. Selanjutnya, hari kedua, peserta SSHP diajak ke AIS untuk lihat pembelajaran teknologi dan ke JAXA atau yang dikenal dengan Nasanya Jepang.
" Memang program SSHP ini di fokuskan untuk pembelajaran sains dan teknologi," kata Diva
Selanjutnya hari ketiga, kata Diva, peserta SSHP diajak ke Institut Sains of Tokyo. Dikampus ini peserta diberikan pemahaman tentang beasiswa dan pembelajaran fisika. Hari keempat juga mengunjungi Kampus yang menjadi tempat kreasi anak anak Jepang.
Dihari selanjutnya, peserta mengunjungi Tokai Tananawafai Senior of School yang merupakan sekoah swasta di Jepang. Peserta juga mengunjungi museum Jepang dan peraih pemenang nobel bidang teknologi
" Yang lebih membuat saya senang dan bangga, saya ditunjuk oleh teman teman Indonesia untuk menyampaikan pesan dan kesan dalam bahasa Jepang," kata Diva yang bercita cita ingin kuliah ke Australia ini
Diva yang merupakan anak 2 dari 2 bersaudara ini menyampaikan manfaat dari program SSHP ini, mereka bisa mengunjungi Jepang yang merupakan salahsatu negara maju. Warga Jepang sangat disiplin soal waktu, kotanya yang bersih dan nyaman.
" Saya juga bisa berkenalan dengan kawan kawan peserta dari Cina, Thailand dan Vietnam," kata Diva
Sementara itu Plt Kepala SMAN 8 Pekanbaru Sulismayati sangat bangga siswa SMAN 8 Pekanbaru Diva bisa mewakili Indonesia di Program Sakura Science High School (SSHP) 2025.
Keikutsertaan Diva di program SSHP di Jepang ini membuktikan bahwa siswa Riau bisa bersaing dengan siswa manapun di seluruh Indonesia.
" Selaku kepala sekolah saya bangga ada siswa Riau yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi Program Sakura Science High School (SSHP) 2025. Program yang dilaksanakan oleh Kemendikdasmen ini salahsatu bentuk program pembelajaran di negara lain," kata Sulis
DItambahkan Sulis, SMAN 8 Pekanbaru selalu mendukung apapun bentuk kegiatan siswa. Sebab dengan ikutserta, siswa di berbagai lomba ini menunjukan kemampuan siswa itu sendiri dengan siswa lainnya.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua Komite SMAN 8 Pekanbaru Delisis Hasanto memberikan apresiasi kepada Diva yang telah mengharumkan nama Riau di level Internasional. Dimana tidak semua orang bisa terpilih mengikuti seleksi Program Sakura Science High School (SSHP) 2025.
Komite bersama orangtua selalu mendukung dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mensuppor siswa untuk mengikuti berbagai perlombaan. Sebab, dengan perlombaan, disitulah kemampuan siswa terseleksi dengan siswa lainnya.
" Jadi apa yang diraih Diva hari ini sangat membanggakan sekolah karena tidak hanya membawa nama sekolah, daerah namun juga Indonesia. Ada 4 negara yang ikut program SSHP 2025. Banyak pengalaman dan ilmunya bermanfaat dari program ini," kata Delisis.
Delisis mengharapkan agar Diva bisa memberikan pengalaman kepada adik adik kelas agar setiap siswa bisa mengikuti program SSHP 2026." Pengalaman baik yang didapat bisa memacu motivasi Diva untuk lebih maju. Pengalaman berharga ini juga harus diberikan kepala adik kelasnya," harap Delisis
Kualitas pendidikan, kata Delisis, sangat ditentukan oleh finansial. Mustahil kualitas pendidikan yang bermutu tanpa didukung oleh finansial. Oleh sebab itu, partisipasi orangtua untuk memajukan dunia pendidikan sangat penting salah satunya finansial. (zal)




