Wamendikdasmen RI Puji SMAN Plus Provinsi Riau Sebagai Sekolah Unggul di Riau
Seriau,- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof Atip Latipulhayat mengunjungi SMAN Plus Provinsi Riau di Jalan Kubang Raya, Kampar, Senin (9/12)
Kunjungan Wamen ini untuk melihat penerapan mata pelajaran coding dan Artifisial Intelligence (AI) serta melihat keunggulan SMAN Provinsi Riau
Saat kunjungan, Prof Atip didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, Edi Rusma Dinata, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau, Dr Nilam Suri, Kepala Balai Guru Penggerak Riau Reisky Bestari.MPd dan Kepala Balai Bahasa Riau. Hadir pula sejumlah kepala sekolah.
Di salah satu ruangan kelas, Prof Atip berbincang dengan sejumlah siswa yang telah menerapkan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan.
Menurut Prof Atip, pemerintah saat ini memiliki kebijakan menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Penekanannya bukan pada akses semata, akan tetapi kualitas dari pendidikan itu. "Jadi orientasinya adalah keilmuan," ujarnya.
Dikatakan Prof Atib, SMAN Plus, sudah one step a head. Presiden Prabowo, mencanangkan berdirinya SMA Unggul. Dimana, salah satu ukurannya nanti, lulusannya diterima di 100 perguruan tinggi terbaik di dunia.
Dia memuji SMAN Plus yang sejak berdiri ternyata sudah menerapkan hal-hal itu. Bahkan ada lulusannya yang kuliah di perguruan tinggi terbaik dunia.
Dijelaskan Atib, dalam rancangan awalnya, ada dua jenis SMA unggul. Yaitu yang akan didirikan khusus. Kedua adalah mendorong dan memfasilitasi SMA yang memiliki potensi mencapai keunggulan sebagaimana yang ditetapkan pemerintah tadi.
Inilah yang menurutnya sudah bisa dilakukan pada SMAN Plus Riau.
Dia juga memuji penerapan pendidikan gratis di SMAN Plus. Apalagi sejak awal sekolah ini sudah menerapkan makan bergizi gratis." Ini akan saya laporkan menjadi model yang bagus," kata dia.
SMAN Plus dianggap telah memiliki model awal untuk bertransformasi. Apalagi, yang menariknya sudah ada kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah. Belum lagi pembelajaran coding yang sudah diterapkan di sekolah ini.
Presiden juga sangat serius agar fasilitas-fasilitas pendidikan di Tanah Air tergolong layak. Karenanya secara bertahap akan dilakukan rehabilitasi. Karena itu bagian dari peningkatkan kualitas pendidikan. "Presiden tidak mau lagi ada fasilitas yang tidak layak," katanya.
Sementara, Kepala SMAN Plus Provinsi Riau, Edi Sutono, M.Pd berterima kasih atas kunjungan Wamendikdasmen. Dia menekankan sejarah SMAN Plus yang memang tak diragukan lagi dalam hal prestasi.
" Namun memang saat ini kondisinya fluktuatif. Hal ini karena proses perekrutan siswa yang bervariasi," tutur Edi. Dia juga menyebut ada siswa berprestasi yang tidak mau di sekolah berasrama.
Karena itu, ke depan pihaknya ingin mendorong anak-anak berpretasi di Riau tetap mau di sekolah berasrama. Apalagi, sistem ini sejalan dengan rencana Presiden Prabowo yang ingin ada sekolah berasrama yang menerapkan makan gratis, dan semi militer. (zal)




