MENU TUTUP

Swakelola DAK Fisik Bisa Libatkan Ormas, Disdik Riau Cari Cara yang Mudah dan Aman

Rabu, 13 April 2022 | 04:41:29 WIB | Di Baca : 2637 Kali
Swakelola DAK Fisik Bisa Libatkan Ormas, Disdik Riau Cari Cara yang Mudah dan Aman

 

Seriau,- Pola pengerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun ini dibagi menjadi empat tipe yang semuanya mengunakan sistem swakelola. Salah satu pola pengerjaannya bisa melibatkan organisasi masyarakat (Ormas) langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, DR Kamsol. 

" Kalau soal tipe yang digunakan, Disdik bebas memilih tipe yang akan dipakai. Tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada. Mana yang lebih mudah dan aman," kata Kamsol, Selasa (12/4) di Kantor Disdik Riau

Ketika ditanya agar program DAK tidak jadi "bancakan" Ormas tertentu, Kamsol menjawab dalam Juknis tidak terperinci menjelaskan terkait tipe swakelola oleh Ormas tersebut seperti apa. 

Kamsol hanya menyebutkan secara umum saja. Ada empat tipe, tapi petunjuknya belum jelas." Jadi kita yang mendesainnya sendiri lebih detail. Disdik perlu menentukan tipe mana yang harus dipilih," sebut Kamsol

Menurut Kamsol, sampai saat ini semuanya masih abu-abu Juknis yang cepat untuk pelaksanaannya. Kemudian, jumlah anggarannya juga belum mix dengan kondisi di SMA dan SMK. Di SMK alokasinya sedikit, anggarannya lebih. Di SMA, alokasinya banyak tapi anggarannya kurang. Dirinya mengakui program Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini mengalami keterlambatan. Pasalnya, Disdik baru menerima petunjuk teknis (Juknis) di akhir Maret 2022."Setelah terima Juknis di akhir Maret, anggaran sudah pasti, baru kita lakukan penyesuaian anggaran. Jadi penyesuaikan anggaran baru dilakukan di awal April," katanya

Dijelaskan Kamsol, komponen DAK memang masih sama seperti tahun sebelumnya. Selain pengadaan fisik, juga ada pengadaan peralatan dan pengadaan peralatan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Namun, tahun 2022, prioritas lebih kepada fisik. Jumlahnya sekitar 60-70 persen.

Pola pengerjaan pengadaan fisik itu dibagi menjadi empat tipe yang semuanya pakai sistem swakelola. Tipe pertama, Disdik dapat menunjuk tenaga yang mengerjakan, tipe kedua oleh sekolah, tipe ketiga oleh organisasi masyarakat (Ormas) dan tipe terakhir oleh kelompok masyarakat.

Ditambahkannya, kementerian masih melakukan sosialisasi terkait hal itu. Disdik juga belum melakukan sosialisasi karena bidang teknis terkait masih mencari pola yang tepat dan pasti. "Saya berharap mereka juga berkoordinasi dengan provinsi lainnya. Dirembug bersama supaya ada solusi bersama," kata dia.

Menurut dia, harus jelas bagaimana jika tipe satu dijalankan. Bagaimana fungsi fasilitator dan sebagainya. Hal itu mesti diperjelas. Apalagi, waktu berjalan terus. Kamsol mengaku khawatir, meski tidak ada anggaran yang terlalu besar, pekerjaan tak selesai tepat waktu."Kita berharap bidang-bidang melakukan koordinasi yang intens supaya DAK dilakukan secara tuntas. Anggaran yang disalurkan bisa terserap dengan baik hingga akhir tahun," tuturnya. Semua provinsi menurutnya masih melakukan koordinasi terkait hal itu. (zal)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

NasDem Usung H Bistamam - Jhony Charles bertarung di Rokan Hilir

2

PPDB Jalur Bosda Afirmasi SMA/SMK Swasta Diperpanjang Hingga 10 Juli

3

15 Anak Autis Ikut Khitanan Massal IDI Cabang Pekanbaru dan ULD Disdik Riau

4

Dua Bersaudara Perenang Riau Aquatic Pekanbaru Raih Medali Emas di Brunei

5

35 Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru Berkemajuan Lulus SNBT, Dua Siswa Lulus Kedokteran UGM dan UNAND