MENU TUTUP

Tandatangani Nota Kesepahaman, Daikin Kembali Dukung Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Tenaga Ahli Teknik Pendingin dan Tata Udara

Rabu, 15 Desember 2021 | 08:00:10 WIB | Di Baca : 1154 Kali
Tandatangani Nota Kesepahaman, Daikin Kembali Dukung Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Tenaga Ahli Teknik Pendingin dan Tata Udara

SeRiau -Tak hanya fokus pada inovasi dan pemasaran produk solusi tata udaranya di Indonesia, PT. Daikin Airconditioning Indonesia pun turut dalam upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja. Terbaru, pabrikan asal Jepang ini berkomitmen mendukung pemerintah bagi peningkatan kualitas tenaga ahli teknik pendingin dan tata udara di Indonesia. 

Hal itu dilakukan melalui penandatangan nota kesepahaman dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia pada Senin (13/12) lalu. Dilakukan dibawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas kementerian tenaga kerja, penandatanganan ini dilakukan bersama dengan14 perusahaan dari berbagai industri. 

Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia Budi Mulia mengatakan, Daikin menjadi satu-satunya perusahaan yang bergerak dalam industri perangkat solusi tata udara yang mengambil bagian dalam kerjasama ini. “Sebagai yang terdepan dalam perangkat solusi tata udara, menjadi tanggung jawab kami untuk mengambil peran lebih besar dalam membagikan pengetahuan yang Daikin miliki bagi peningkatan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia Budi Mulia melalui rilisnya kepada media, Rabu (15/12). 

Dijelaskan Budi, komitmen Daikin dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia Indonesia, khususnya teknik pendingin dan tata udara sebenarnya bukan baru kali ini. Sebelumnya perusahaan yang dikenal melalui berbagai produk air conditioning untuk rumah maupun bangunan komersial ini tercatat juga telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Hal ini khususnya untuk meningkatkan kompetensi bidang teknik pendingin dan tata udara bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)," ucap Budi.

Berbeda dengan kerjasama sebelumnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sasaran dalam nota kesepahaman antara Daikin dan Kementerian Tenaga Kerja adalah Balai Latihan Kerja di seluruh Indonesia. Bakal berlangsung sepanjang tiga tahun sejak ditandatangani, kesepakatan ini disusun dengan meliputi enam ruang lingkup. Termasuk didalamnya penyusunan analisa kebutuhan pelatihan, pengembangan program, kurikulum dan modul pelatihan serta penyediaan sarana dan prasarana pelatihan. 

Tak hanya itu, melalui kerjasama ini Daikin pun memberi perhatian pada peningkatan pengetahuan tenaga pengajar sekaligus peserta didik. Selain menyediakan tenaga ahlinya untuk menjadi pelatih pada berbagai balai latihan kerja, perusahaan juga bakal memberikan pelatihan khusus bagi pengajar pada masing-masing balai latihan kerja. Melengkapinya, Daikin juga bakal mendukung penyelenggaraan berbagai pelatihan berbasis kompetensi. 

Perhatian Daikin untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga teknik pendingin dan tata udara ini, menurut Budi Mulia, menjadi salahsatu fokus utama perusahaan. Tak cuma bertalian dengan kepuasan pengguna, menurutnya lagi, peningkatan kompetensi ini pun berkaitan dengan perhatian pada penjagaan lingkungan hidup. Hal ini misalnya terkait dengan teknik penjagaan refrigerant agar tak lepas di udara yang dapat mempengaruhi lingkungan hidup. 

“Beriring dengan peningkatan kompetensi tenaga ahli, kerjasama ini juga menjadi wujud perhatian kami pada lingkungan hidup yang sesuai dengan komitmen besar Daikin di berbagai wilayah tempatnya beroperasi,” ujar Budi Mulia. Lebih lanjut Budi, menyatakan, pihaknya berharap sinergi dengan pemerintah Indonesia dapat berkembang lebih baik di masa mendatang. (rn)


Loading...
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

YLPI Riau Terima Penghargaan  Pekanbaru Tax Award 2022, Nurman: Kita Taat Bayar Pajak

2

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Minta Diskes Intens Sosialisasikan Hepatitis Akut Misterius

3

Ini Keunggulan Honda Brake Shoe dan Padset

4

Denny Dasril Ketua Peradin 1964 Riau Sayangkan Aksi Penolakan DR Kamsol Sebagai PJ Bupati Kampar

5

DPPM Targetkan UIR Capai Klasterisasi Penelitian Mandiri di Kemenristekdikti