MENU TUTUP

Lebih Satu Bulan Belajar, Siswa SMAN Plus Masih Tetap Belajar 50 Persen, Kepsek: 100 Persen Tunggu Instruksi Disdik Riau

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:29:43 WIB | Di Baca : 1620 Kali
Lebih Satu Bulan Belajar, Siswa SMAN Plus Masih Tetap Belajar 50 Persen, Kepsek: 100 Persen Tunggu Instruksi Disdik Riau

 

Seriau,- Lebih dari satu bulan siswa SMAN Plus Provinsi Riau belajar tatap muka terbatas 50 persen dari jumlah siswa. Sekolah belum bisa melaksanakan 100 persen siswa masuk karena belum ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

" Semestinya kalau tidak ada yang terkofirmasi covid setelah satu bulan, pembelajaran bisa dilakukan penambahan kuota 50 persen lagi. Namum, karena belum adanya instruksi dari Disdik Riau, maka kita tidak bisa melakukan penambahan hingga 100 persen. Pembelajaran kita masih tetap 50 persen," kata Kepala SMAN Plus Provinsi Riau Andri Karmidi. MPd, Kamis (21/10) di Pekanbaru

Pembelajaran tatap muka sebanyak 50 persen, kata Andri masih diperuntukan bagi siswa kelas X dan kelas XI. Sedangkan siswa kelas XII belum belajar tatap muka sama sekali mereka masih melakukan pembelajaran secara daring. Diprioritaskan pembelajaran tatap muka bagi siswa kelas X mengingat, mereka merupakan siswa baru yang belum mengenal lingkungan sekolah baik itu menyangkut dengan peraturan yang ada di SMAN Plus, tata cara pembelajaran boarding school (sekolah asrama) seperti apa  tentu berbeda dengan sekolah tidak berasrama. Pembentukan karakter perlu juga ditaman kepada siswa kelas X. 

Meskipun pembelajaran secara daring bagi siswa kelas XII, informasi mengenai perguruan tinggi tetap dipromosikan ke siswa. Mengingat siswa kelas XII tidak lama lagi akan meninggal sekolah." Memang sih, hingga kini siswa kelas XII belum pernah belajar tatap muka, mereka masih belajar secara daring. Kedepan kita akan mensiasati bagaimana siswa kelas XII belajar tatap muka. Mungkin bisa dilakukan secara bergantian dengan siswa kelas XI," kata Andri.

Ditambahkan Andri, dalam upaya percepatan pembelajaran tatap muka penuh, seluruh siswa harus sudah divaksin. Sejauh ini, vaksinasi masih diberikan kepada siswa kelas X dan XI. Sedangkan siswa kelas XII belum divaksin kerena masih berada dikabupaten/kota kecuali siswa yang tinggal di Kota Pekanbaru. Namun, tidak tertutup kemungkinan sudah banyak siswa kelas XII yang menjalani vaksin mandiri ditempat tinggalnya masing masing. Sedangkan untuk tenaga pendidik dan guru sudah 99 persen divaksin hanya tinggal berapa orang yang tidak bisa divaksin disebabkan punya riwayat penyakit pengorbit." Selain divaksin, siswa yang masuk asrama juga harus di tes antigen. Hal ini untuk mencegah klaster covid di sekolah. Semua siswa harua jalani tes antigen baru bisa masuk ke asrama," tegas Andri.(zal)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

NasDem Usung H Bistamam - Jhony Charles bertarung di Rokan Hilir

2

PPDB Jalur Bosda Afirmasi SMA/SMK Swasta Diperpanjang Hingga 10 Juli

3

15 Anak Autis Ikut Khitanan Massal IDI Cabang Pekanbaru dan ULD Disdik Riau

4

Dua Bersaudara Perenang Riau Aquatic Pekanbaru Raih Medali Emas di Brunei

5

35 Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru Berkemajuan Lulus SNBT, Dua Siswa Lulus Kedokteran UGM dan UNAND