MENU TUTUP

Kritik Dewa Kipas, GM Irene Sadar Risiko Dibully Netizen

Ahad, 21 Maret 2021 | 18:46:59 WIB | Di Baca : 4560 Kali
Kritik Dewa Kipas, GM Irene Sadar Risiko Dibully Netizen

SeRiau - Grandmaster Wanita Indonesia, Irene Kharisma Sukandar, sadar bakal dibully netizen Indonesia usai mengkritik Dadang Subur alias Dewa Kipas.

Irene mengaku harus menyuarakan kebenaran karena pemberitaan tentang Dewa Kipas makin marak. Bahkan tak sedikit masyarakat yang kadung mendukung Dewa Kipas tanpa tahu alasan akun tersebut dibanned Chess.com.

"Ada yang tanya, kenapa ikut campur? Saya harus menyuarakan kebenaran atas fakta dan data yang ada. Kalau saya diam, otomatis aman. Tidak ada apa-apa," tutur Irene di akun YouTube pribadinya.

"Tapi saya bicara seperti ini pasti ada risikonya yaitu seperti yang teman-teman bisa lihat, saya dibully habis-habisan di sosial media saya. Itulah risiko yang sebelumnya saya sudah tahu," tambah Irene.

Dadang Subur alias Dewa Kipas mendadak viral setelah akunnya di-banned Chess.com usai menang lawan GothamChess yang dimiliki IM Levy Rozman asal Amerika Serikat.

Netizen Indonesia yang terkenal kompak mendukung Dewa Kipas dan menyerang akun Chess.com dan GothamChess. Situasi ini membuat Irene tergerak untuk buka suara dan merilis surat terbuka.

"Karena saya rasa opini ini sudah terbentuk di masyarakat dan susah untuk mengubahnya kembali. Tapi, dalam hati saya apa yang saya ketahui dari data yang saya punya harus saya suarakan dan menguak ini semua ke teman-teman supaya ada sisi lain juga," ujar Irene.

Irene dipastikan bakal berduel dengan Dadang setelah mendapatkan izin dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Namun, belum ada jadwal resmi pertarungan Irene vs Dewa Kipas. (**H)


Sumber: CNN Indonesia


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban

5

Ambil Warkah di LAMR Rohil, Eko Wahyudi Pasang Niat Untuk Bangun Bagan Jawa