MENU TUTUP

Personil Polsek Bunut Pantau Program Kampung Tangguh di Desa Angkasa

Jumat, 16 Oktober 2020 | 13:42:55 WIB | Di Baca : 997 Kali
Personil Polsek Bunut Pantau Program Kampung Tangguh di Desa Angkasa

SeRiau - Kampung tangguh mendapat respon positif dari warga Desa Angkasa, Kecamatan Bandar Petalangan. Kampung tangguh menjadikan masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Personel Polsek Bunut Bripka M Sauli saat memantau kampung tangguh yang berada di Desa Angkasa memdapat respon positif dari masyarakat sekitar. Ia mengatakan bahwa kampung kangguh dapat menciptakan lingkungan yang aman dari kejahatan.

"Mereka merasakan keamanan saat berada di lingkungannya. Tidak ada tindak kejahatan pencurian," kata Bripka Sauli, Jumat (16/10/2020).

Tujuan utama dibentuknya kampung tangguh agar masyarakat peduli dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Adanya kampung tangguh mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya.

"Meski belum semua desa/kelurahan membentuk kampung tangguh. Harapan ke depannya agar seluruh desa dan kelurahan yang berada di wilayah hukum Polsek Bunut dapat membentuk kampung tangguh," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bunut Polres Pelalawan AKP Rokhani SS MH sangat mengapresiasi inisaitif warga Desa Angkasa yang telah membentuk kampung tangguh dengan dana swadaya mandiri.

Selain itu ungkap Kapolsek, program kampung tangguh tersebut juga bertujuan untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat yang saat ini sedang dilanda Pandemi Covid-19. "Dengan adanya wabah itu, menjadikan mata pencaharian serta penghasilan masyarakat berkurang dan menurunnya produktivitas," ungkapnya.

Menurutnya, program jaga kampung itu dalam rangka mengatasi permasalahan sosial yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19.

"Gerakan jaga kampung adalah upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan saat Covid-19. Itu berupa pertanian, perikanan, dan peternakan," terangnya.

Ia berharap, dengan program jaga kampung itu, kuat kampungnya, sehat masyarakatnya dan cukup pangannya. "Dengan tiga hal tersebut kampung terjaga, baik dari Covid-19, narkoba, radikalisme dan lain sebagainya. Ini gerakan dari kita semua," jelasnya.

Sebelumnya, kelompok Tani Makmur Bersama telah melakukan pemanenan tanaman kacang panjang usia 45 dan 65 hari dengan hasil 400 kilogram, timun usia 55 hari dengan hasil 600 kilogram. Kemudian cabe putih usia 65 hari dengan hasil 50 kilogram, pare usia 55 hari dengan hasil 300 kilogram.

Saat ini kelompok tani tersebut sedang mengembangkan tanaman cabe putih, cabe merah, kacang panjang, dan juga terong.
 
"Selain sektor pertanian kelompok tani ini juga melakukan budidaya di sektor perikanan. Budidaya ikan nila dan ikan lele yang sebelumnya juga sudah berhasil  melakukan pemanenan. Ikan lele sebanyak 4000 ekor dengan usia 65 hari dan ikan Nila sebanyak 2000 ekor dengan usia 65 hari," pungkasnya. (**H)


Loading...
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pesantren Terpadu YLPI Riau Dibangun di Lahan 7 Hektar di Pasir Putih

2

Penuhi Syarat, Haris Kampay Daftar Calon Ketua POBSI Riau

3

BC Dumai Dan BNK Gagalkan Penyelundupan 500 Gram Sabu Di Kapal Penumpang Fery Batam Jet Tanpa Pemilik.

4

Komisi II RDP Dengan Disperindag Bahas Soal Kenaikan Harga Sembako

5

Buka Bazar UMKM, Pj Wako Sebut Pelaku UMKM Perlu Pembinaan Agar Produknya "Menasional"