MENU TUTUP

Erick Thohir Dinilai Lebih Banyak Berjanji Daripada Menepati

Senin, 07 September 2020 | 20:49:57 WIB | Di Baca : 2821 Kali
Erick Thohir Dinilai Lebih Banyak Berjanji Daripada Menepati

SeRiau - Linimasa platform media sosial Twitter kembali ramai dengan tagar atau tanda pagar yang menyinggung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Cuitan-cuitan bertagar #erickout bermunculan dan Erick Thohir dilepas dari jabatannya. Bahkan, tagar #erickout sempat menjadi trending topik Indonesia.

Cuitan dengan tagar #erickout menyertai postingan sejumlah akun netizen yang berisi gambar poster yang bernuansa penolakan bagi Erick.

Poster yang paling banyak diunggah berupa meme dari tangkapan layar berita media daring soal janji-janji Erick Thohir dalam penanganan Covid-19, janji tidak ada PHK di BUMN dan soal rangkap jabatan.

Bagi Ketua Forum Jurnalis Jakarta Akhmad Yuslizar, munculnya tagar #erickout adalah reaksi yang wajar dari kemarahan masyarakat dari mundurnya perekonomian rakyat, ancaman resesi, banyaknya PHK dan pandemik Covid-19 yang tak juga berlalu.

"Menteri BUMN sebagai pemimpin Satgas PEN dan Covid-19 telah gagal. Lihat saja corona malah meningkat," kata Yos, sapaan akrabnya, Senin (7/9).

Menurutnya, Erick lebih banyak berjanji daripada menepati janjinya. Bahkan, soal vaksin Covid-19 beberapa kali berbenturan, termasuk dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

"Jadi wajar kalau reaksi keras kepada Erick sampai membuat tagar yang akhirnya jadi trending di Twitter," pungkasnya. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban