MENU TUTUP

Heri Gunawan: Pecahan Uang Baru Tak Sejalan Dengan Transaksi Nontunai

Senin, 17 Agustus 2020 | 18:56:44 WIB | Di Baca : 2613 Kali
Heri Gunawan: Pecahan Uang Baru Tak Sejalan Dengan Transaksi Nontunai

SeRiau - Keputusan Bank Indonesia mencetak pecahan uang senilai Rp 75 ribu dalam rangka memperingari hari kemerdekaan ke-75 Indonesia tidak sejalan dengan perkembangan transaksi nontunai yang digaungkan pemerintah.

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menyampaikan, pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia meluncurkan QR Indonesia Standard (QRIS) dan mulai diterapkan secara menyeluruh pada 1 Januari 2020.

“Hal tersebut dilakukan untuk menyambut dinamika pembayaran nontunai yang semakin marak dilakukan masyarakat, baik melalui uang elektronik mau pun aplikasi,” ujar Heri lewat keterangan persnya, Senin (17/8).

Dia menjelaskan, praktik pembayaran nontunai telah diterapkan di berbagai tempat, bahkan ada yang sifatnya wajib yakni pembayaran di gerbang tol. Seharusnya Bank Indonesia konsisten dengan program digitalisasi alat pembayaran.

“Kehadiran uang pecahan Rp 75 ribu hanya akan menghambat perkembangan penggunaan uang digital yang sudah setahun ini digalakkan oleh BI,” jelasnya.

Namun pada dasarnya, ia tetap mengapresiasi peluncuran uang Rp 75 ribu sebagai bentuk penghormatan dan menyambut momentum kemerdekaan yang ke-75.

“Namun dalam momentum pandemik Covid-19, kehadiran uang baru Rp 75 ribu masih perlu dikaji efektifitasnya dalam mendorong pemulihan ekonomi. Dari pemaparan di atas, tampaknya kehadiran uang baru lebih banyak kontraproduktifnya dibanding unsur kemanfaatannya,” tandasnya. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban