MENU TUTUP

Terkait Banyaknya Protes Penerimaan Siswa Baru, Sabarudi Datangi SMAN 8

Kamis, 25 Juni 2020 | 22:24:30 WIB | Di Baca : 2135 Kali
Terkait Banyaknya Protes Penerimaan Siswa Baru, Sabarudi Datangi SMAN 8 Anggota DPRD Kota Dari Fraksi PKS Muhamad Sabarudi Mendatangi SMAN 8 Karena Banyaknya Protes Orang Tua Siswa


SeRiau- Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Sabarudi mendatangi SMAN 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020). Ia melihat langsung protes sejumlah orangtua calon siswa.

Mereka keberatan karena anak-anaknya tidak masuk lolos peringkat zonasi. Padahal banyak dari mereka adalah warga tempatan.

Sabarudi menilai hal ini tidak perlu terjadi. Ia menyebut pihak sekolah mestinya memahami sistem zonasi.

"Jangan sampai tidak paham defenisinya hingga memicu keributan," paparnya, Kamis.

Politisi PKS ini menyebut sistem zonasi mesti seiring dengan ketersediaan infrastruktur sekolah. Ia menyebut sistem zonasi tingkat SMA belum sesuai dengan jumlah sekolah yang ada.

Sabarudi mengambil contoh keberadaan SMK negeri. Jumlahnya tidak sebanding dengan minat masyarakata.

"Maka sebaiknya kita punya insfrastuktur yang cukup sebelum menerapkan zonasi," terangnya.

Sabarudi mendorong agar Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru bisa mempertimbangkan pembangunan SMA baru.

Mereka bisa memetakan sebaran sekolah negeri. Ia menilai sekolah negeri bisa jadi prioritas bagi masyarakat kurang mampu.

Bagi yang punya kelebihan finansial bisa sekolah di swasta. "Jadi harus seimbang jumlah sekolah dengan jumlah siswa, kalau tidak cukup ya ribut kayak sekarang," terangnya.(***)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban