MENU TUTUP

Bupati Garut Terjangkit DBD

Rabu, 03 Juni 2020 | 21:31:37 WIB | Di Baca : 2025 Kali
Bupati Garut Terjangkit DBD

SeRiau - Bupati Garut Rudy Gunawan tidak bisa beraktivitas melaksanakan tugasnya dan harus istirahat karena terjangkit wabah demam berdarah dengue (DBD) sejak beberapa hari lalu.

"Betul Pak Bupati sakit DBD, tapi Alhamdulillah sekarang sudah berangsur membaik," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Yeni Yunita saat dihubungi di Garut, Rabu (3/6).

Pernyataan sama disampaikan anaknya, Dharma bahwa Bupati Garut saat ini sedang istirahat di Pendopo Garut rumah dinasnya untuk memulihkan kondisi kesehatankarena sakit. "Iya sedang tidak sehat, DBD katanya," kata Dharma melalui telepon seluler.

Ia menyampaikan Bupati Garut kelelahan dan langsung sakit setelah pulang dari kunjungannya ke kawasan selatan Garut pada Kamis dan Jumat (28-29/5).

Selanjutnya Bupati menjalani pemeriksaan kesehatan yang hasilnya terjangkit DBD karena trombositnya turun sehingga harus dirawat dan tidak boleh melakukan aktivitas berat. "Pulang dari kunjungan ke Garut selatan, mungkin cape, hari Sabtu sedikit drop, diperiksa ada gejala DBD karena trombosit turun," katanya.

Saat ini, kata Dharma, kondisi kesehatannya sudah membaik, bahkan sempat menerima tamu dari unsur forum pimpinan daerah di ruang keluarga.

Hari kemarin (Selasa) juga sudah menerima Forkopimda sambil istirahat, hari ini juga bed restsaja, tapi bisa terima tamu di ruang keluarga," katanya. (**H)


Sumber: REPUBLIKA.CO.ID


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban