MENU TUTUP

Nasdem Harus Panggil Akbar Faizal, Pecat Kalau Terbukti Menyerang Partai

Senin, 17 Februari 2020 | 19:25:21 WIB | Di Baca : 2632 Kali
Nasdem Harus Panggil Akbar Faizal, Pecat Kalau Terbukti Menyerang Partai

SeRiau - Partai Nasdem lewat Majelis Tinggi, Dewan Pertimbangan atau Dewan Pakar harus memanggil kadernya Akbar Faizal.

Mantan anggota DPR itu harus diklarfikasi soal 'serangan' terhadap partainya.

Nagara Institute (NI) yang dibidani politisi Partai Nasdem Akbar Faizal merilis, Nasdem adalah partai politik peringkat pertama yang terpapar dinasti politik hasil pemilihan anggota DPR 2019.

NI merilis sebesar 17.22 persen anggota DPR hasil Pileg 2019 terpapar dinasti politik. Atau, sebanyak 99 dari 575 anggota legislatif terpilih memiliki hubungan dengan pejabat publik.

Partai Nasdem (33,90 persen), Partai Golkar (31,58 persen), PDI Perjuangan (21,18 persen), Partai Gerindra (18,52 persen), Partai Demokrat (18,18 persen), PAN (16,67 persen), PPP (13,28 persen), PKS (8 persen), dan PKB (5,17 persen).

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, mengatakan, kalau terbukti Akbar Faizal ingin menjelek-jelekkan Nasdem, dia harus segera dikeluarkan.

"Kalau terbukti ada niat dan langkah-langkah menyerang Nasdem, pecat saja. Apalagi dia bukan kader Nasdem asli, dia adalah politisi kutu loncat yang pindah dari Hanura," ujar Jerry Massie, Senin (17/7).

Dijelaskan Jerry Massie, apapun alasannya, secara politik tidak etis seorang kader menyerang partainya sendiri.

"Inikan membuka aib partainya sendiri. Sangat tidak etis," tutupnya. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban