MENU TUTUP

Penerbangan Ke China Ditutup, 26 Ribu Penumpang Terdampar Di Bandara Ngurah Rai

Selasa, 04 Februari 2020 | 21:05:00 WIB | Di Baca : 1543 Kali
Penerbangan Ke China Ditutup, 26 Ribu Penumpang Terdampar Di Bandara Ngurah Rai

SeRiau - Sebanyak 164 jadwal penerbangan reguler dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke China dan sebaliknya dibatalkan oleh otoritas bandara.

Hal itu dikarenakan adanya pelarangan dari pemerintah Indonesia terhadap rute penerbangan ke negara tirai bambu maupun sebaliknya. Peraturan pembatalan akan berlaku selama sepekan ke depan sejak tanggal 5 Januari 2020 pukul 00.00 Wita.

Dampak dari pembatalan jadwal penerbangan itu, sebanyak 26.880 penumpang terdampar di Pulau Bali yang hendak terbang ke China.

Humas PT. Angkasa Pura I Arie Ahsanuddin mengatakan, akan membuka layanan help desk bagi costumer service airline di area lantai II.

“Kita tidak menyiapkan posko khusus untuk refund dan reschedule penerbangan, kita hanya menyediakan help desk bagi costumer service airline di terminal internasional saja,” kata Arie kepada wartawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2).

Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menunda sementara jalur penerbangan dari dan ke China.

Melalui siaran pers dengan nomor 44/SP/II/BKIP/2020 dijelaskan penundaan penerbangan sementara itu sehubungan dengan perkembangan virus corona yang mengalami peningkatan skala epidemik setelah dirilis WHO.

Penundaan jalur penerbangan berlaku untuk seluruh China daratan, tidak termasuk Hongkong dan Macau hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban