MENU TUTUP

Praktisi Pendidikan Sarankan Larangan Ponsel Selama Sekolah

Jumat, 10 Januari 2020 | 05:38:55 WIB | Di Baca : 1758 Kali
Praktisi Pendidikan Sarankan Larangan Ponsel Selama Sekolah

SeRiau - Praktisi pendidikan Skotlandia, Lisa Kerr menyarankan institusi pendidikan harus melarang siswa membawa telepon genggam ke sekolah. Alasannya, otak siswa belum cukup dewasa untuk melakukan pengendalian diri.

“Siswa harus diajari cara mengendalikan teknologi melalui detoksifikasi digital daripada dibiarkan memutuskan sendiri,” kata Kepala Sekolah Gordonstoum di Skotlandia, Lisa Kerr dilansir di Independent.co.id, Kamis (9/1).

Komentarnya itu merespon salah seorang kepala sekolah yang menyarankan sekolah tidak boleh luddite (menentang pengembangan teknologi) tentang ponsel. Alasannya, ponsel dapat berguna untuk siswa di kelas.

Kepala Sekolah Menengah Portsmouth yang berbiaya 14.400 pound setahun, Jane Prescott menambahkan bahwa pelarangan telepon hanya membuat anak-anak memainkannya di tempat-tempat yang tidak termonitor. Komentar tersebut memicu perdepatan sengit di antara para pemimpin sekolah di seluruh negeri yang percaya bahwa ponsel sangat dibutuhkan.

Kerr, kepala sekolah Gordonstoun tidak mengizinkan siswa menggunakan ponsel sampai akhir pelajaran dan kegiatan. “Otak remaja tidak cukup berkembang melakukan kontrol diri yang diperlukan, sehingga orang dewasa perlu menetapkan batasan,” ujar kepala sekolah berbiaya 41.250 pound ini.

Dia menggambarkan, membirkan anak-anak menggunakan teknologi sama dengan meninggalkan mangkuk permen untuk mereka. Apakah mungkin anak-anak bisa makan permen dengan bijaksana? Karena itu, orang dewasa perlu membantu mengontrol teknologi daripada membiarkan teknologi mengendalikan anak-anak.

Sementara itu, Kepala Sekolah Komunitas Michaela di London, Katharine Birbalsingh menuduh sekolah swasta tidak memahami masalah sekolah negeri. Sekolah tersebut melarang siswanya menggunakan telepon selama waktu belajar mengajar.

“Saya pikir (mengizinkan) itu benar-benar berbahaya ketika orang-orang yang tidak memiliki pengalaman cukup luas, terjadi pada anak-anak di bagian dalam,” ujar dia. (**H)


Sumber: REPUBLIKA.CO.ID


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital