MENU TUTUP

Muhammadiyah soal UN: Jangan Ada Kesan Ganti Menteri Ganti Kebijakan

Kamis, 05 Desember 2019 | 05:46:26 WIB | Di Baca : 1364 Kali
Muhammadiyah soal UN: Jangan Ada Kesan Ganti Menteri Ganti Kebijakan

SeRiau - Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai perlu pengkajian secara komprehensif soal wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Dia mengatakan, jangan sampai kebijakan pemerintah terkesan dilakukan ketika ada pergantian menteri saja.

"Saya yakin Pak Mendikbud juga akan meminta masukan-masukan dari berbagai pihak untuk agar sistem itu semakin lama semakin bagus. Supaya tidak ada kesan bahwa ganti menteri ganti kebijakan, nah di situ lah saya pikir kita perlu mengkaji secara komprehensif," kata Haedar di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Dia yakin, Mendikbud Nadiem Makarim memiliki niat baik menyempurnakan sistem pendidikan. Namun Haedar berharap UN maupun ujian sekolah dikaji lebih matang.

"Kami berharap agar ada kontinuitas karena masalah pendidikan itu masalah yang menyangkut membangun karakter kemudian mencerdaskan akal budi, sekaligus juga tentu membangun lives skill yang kaya," ujarnya.

Muhammadiyah siap memberi masukan soal sistem pendidikan ke pemerintah. Terpenting menurut Haedar, subjek didiknya harus lebih unggul dan berkarakter.

"Bahwa lulusan pendidikan di Indonesia harus bermanfaat untuk banyak kepentingan. Muhammadiyah tadi sudah mulai menyusun formula bersama majelis pendidikan dasar dan majelis pendidikan tinggi nanti kita sampaikan langsung ke Pak Menteri," jelasnya. (**H)


Sumber: detikNews


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban