MENU TUTUP

Tuding Kasus Novel Baswedan Rekayasa, Dewi Tanjung Telah Hina Rumah Sakit Hingga Polisi

Ahad, 10 November 2019 | 00:37:26 WIB | Di Baca : 1376 Kali
Tuding Kasus Novel Baswedan Rekayasa, Dewi Tanjung Telah Hina Rumah Sakit Hingga Polisi

SeRiau - Tudingan Politikus PDI-P Dewi Tanjung yang menganggap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hanya rekayasa, dinilai telah menghina Rumah Sakit di Indonesia dan Singapura yang telah merawat penyidik senior KPK tersebut.

Novel mengaku prihatin terhadap tudingan dari Dewi Tanjung yang tidak berdasarkan fakta. Bahkan, Dewi pun dinilai telah menghina kepolisian yang telah melakukan penyelidikan dan tokoh-tokoh yang pernah menjenguk dirinya.

"Saya sengaja tidak memberikan respons khusus karena menurut saya lucu dan aneh. Saya enggak ngerti yang mau dihina oleh dia (Dewi) itu siapa. Apakah dia ingin menghina Rumah Sakit besar, tiga rumah sakit besar di Indonesia, dua di Singapura?" ucap Novel Baswedan kepada wartawan di Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sabtu malam (9/11).

Tak hanya itu, Dewi juga dinilai telah menghina polisi serta sejumlah tokoh yang telah menjenguk Novel yang ingin melihat kondisi dirinya saat dirawat di rumah sakit usai insiden penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

"Apakah dia mau menghina polisi yang menginvestigasi? Komnas HAM yang melakukan pemeriksaan? Apakah dia mau menghina para tokoh yang bertemu saya dan melihat keadaan saya? Dan saya kira omongan dia enggak penting buat saya," pungkasnya. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban