MENU TUTUP

Ekonomi Seret, Pengusaha Mulai Enggan Kembangkan Bisnis

Selasa, 05 November 2019 | 15:02:52 WIB | Di Baca : 1385 Kali
Ekonomi Seret, Pengusaha Mulai Enggan Kembangkan Bisnis

 

SeRiau - Pelaku usaha menyatakan akan menahan ekspansi bisnis mereka sekarang ini. Langkah tersebut dilakukan untuk menyikapi kinerja pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang lesu. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi hanya berhasil mencapai 5,02 persen secara tahunan pada kuartal III 2019. Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen. 

Capaian tersebut juga lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan dalam menjalankan usaha, pelaku usaha selalu mendasarkan kegiatannya pada permintaan dan pasokan. Jika permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi lesu, maka pengusaha akan ikut menahan pasokan. 

"Kami sudah prediksi ekonomi akan stagnan, apakah kami akan ekspansi? Ya tidak. Tetapi kalau ini akan meningkat, ya dari sekarang kami akan ekspansi. Kami melihat seperti itu saja," katanya, Selasa (5/11). 

Secara umum, Rosan menuturkan pengusaha sebenarnya telah mengantisipasi penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebelumnya, pengusaha sudah melihat dan menyadari ekonomi dalam negeri bakal melemah.

Kesadaran tersebut muncul dari pengamatan dunia usaha atas kondisi ekonomi global yang belakangan ini melemah. Sejumlah lembaga keuangan global, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 menjadi hanya 3 persen. 

"Kami juga melihat tahun ini pertumbuhan paling 5,0 persen something lah, karena kami lihat memang terjadi perlambatan pertumbuhan dunia," imbuhnya. 

Karenanya, agar pelemahan tersebut tak semakin memukul ekonomi dalam negeri, ia meminta pemerintah untuk menjaga tingkat konsumsi domestik. Maklum, konsumsi domestik saat ini merupakan komponen penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi.

Porsi sumbangannya mencapai 55 persen. "Nah yang pemerintah perlu jaga, kami lihat lebih realistis. Untuk tahun depan masih tidak mudah," tuturnya. 

Selain langkah tersebut, Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan pemerintah juga perlu mendorong ekonomi dalam negeri dengan membangkitkan confidence dunia usaha. Upaya tersebut katanya, perlu dilakukan pemerintah dengan memperbaiki regulasi supaya dunia usaha bisa berinvestasi secara mudah.

"Regulasi di kita, jujur sekarang ini tidak membangkitkan keyakinan," katanya.

 

 

 

Sumber CNN Indonesia


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

2

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

3

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

4

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital

5

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru