MENU TUTUP

13 Pendaki Terjebak di Gunung Raung yang Terbakar, di Antaranya WN Singapura

Jumat, 04 Oktober 2019 | 23:23:06 WIB | Di Baca : 1320 Kali
13 Pendaki Terjebak di Gunung Raung yang Terbakar, di Antaranya WN Singapura

SeRiau - Jalur pendakian menuju Gunung Raung terbakar. Diketahui ada 13 orang pendaki terjebak di wilayah kebakaran tersebut. Dari 13 pendaki itu, diketahui ada beberapa warga negara asing.

Kepala Dusun Wonorejo, Suhartono mengatakan, para pendaki tersebut mendaki melalui jalur Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan.

"Posisi pendaki,Guide dan Porter yang terjebak ada 13 orang, dengan rincian 9 orang tamu, 3 orang Guide dan 1 orang Porter. Ada beberapa WNA dari Singapura," ujarnya kepada detikcom, Jumat (4/10/2019).

Para pendaki itu mulai melakukan pendakian, Kamis (3/10/2019) via jalur Wonorejo. Setelah mendapatkan briefing mereka berangkat.

"Ada tamu 2 grup, 1 grup ada 7 pendaki dari negara Singapura, 1 guide dan 1 porter minta izin untuk naik ke pendakian Gunung Raung, selanjutnya melakukan registrasi dan briefing oleh sekretariat, setelah selesai, berangkat menuju ke Gunung Raung," tambahnya.

Kebakaran baru diketahui, setelah para pendaki berada di camp 9, pada hari Jumat (4/10/2019).

"Laporan dari HT, porter yang sedang memasak mencium bau yang tidak enak, selanjutnya porter turun untuk mengecek asal bau tersebut. Setelah turun dilihat ada kebakaran terus porter lari lagi naik sampai Camp 9 berkumpul bersama tamunya, dan melaporkan di bawah Camp 7 ada kebakaran. Kondisi katanya masih aman," tambahnya. (**H)


Sumber: detikNews


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban