MENU TUTUP

Pesan Abdul Wahab Kepada Ketua MPR: Jangan Sampai Diperiksa KPK

Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:34:58 WIB | Di Baca : 1451 Kali
Pesan Abdul Wahab Kepada Ketua MPR: Jangan Sampai Diperiksa KPK

SeRiau - Kader Partai Golkar, Bambang Soesatyo resmi dilantik sebagai ketua MPR RI usai diambil sumpah jabatan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).

Bamsoet, bersama sembilan nama wakil ketua MPR diambil sumpah jabatan dengan dipandu Ketua Mahkamah Agung, HM Hatta Ali.

Sembilan wakil ketua MPR itu adalah Syarief Hasan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Basarah dari Fraksi PDI Perjuangan, Jazilul Fawaid dari Fraksi PKB.

Hidayat Nur Wahid dari Fraksi PKS, Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN, Lestari Moerdijat dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Muzani dari Fraksi Partai Gerindra, Arsul Sani dari Fraksi PPP dan Fadel Muhammad dari unsur DPD.

Usai prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan penyerahan palu sidang dari pimpinan sementara, Abdul Wahab Dalimunthe dan Hillary Brigita Lasut.

"Pimpinan sementara ini berakhir dengan ucapan selamat," ujar Wahab.

Di akhir tugasnya sebagai pimpinan sementara, Wahab juga membacakan dua bait pantun yang menghibur dan berisi pesan moral untuk Bamsoet cs.

"Kalau ada kaca yang pecah, jangan disimpan di dalam hati, kalau ada kata-kata kami yang salah jangan simpan dalam hati," ujar Wahab.

"Jalan-jalan ke kota Jember, jangan lupa membeli semangka, kalau anda terpilih jadi pimpinan MPR, jangan sampai diperiksa KPK," kata Wahab disambut tawa anggota MPR yang hadir. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban