MENU TUTUP

AJI: Saat Pers Dibungkam, Siapa Lagi Yang Bisa Menyuarakan?

Ahad, 29 September 2019 | 21:29:38 WIB | Di Baca : 1368 Kali
AJI: Saat Pers Dibungkam, Siapa Lagi Yang Bisa Menyuarakan?

SeRiau - Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melakukan aksi jalan mundur pada saat acara car free day di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

"Kita merasa bahwa ini adalah simbol kritis kondisi demokrasi Indonesia saat ini, karena saat pers sudah dibungkam, siapa lagi yang bisa menyuarakan," ungkap Jackson Simanjuntak selaku koordinator aksi jalan mundur AJI Jakarta, Minggu (29/9).

Sambil memukul kentongan, para aktivis yang terjun di aksi kali ini mengisyaratkan situasi dan kondisi yang sedang dalam darurat.

"Oleh karena itu AJI Jakarta mengajak semua media dan semua orang untuk aware bahwa negara saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja," tegas Jackson

"Karena itu lonceng tanda bahaya sudah kita nyalakan dan kita harus bersama-sama melawan sebuah bentuk kriminalisasi terhadap pers," tambahnya.

AJI meminta pemerintah khususnya aparat keamanan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis.

Salah satunya penetapan status tersangka kepada aktivis sekaligus  pengurus nasional AJI Dandy Dwi Laksono, yang ditangkap aparat kepolisian karena postingannya di media sosial

"Kami merasa bahwa cara-cara yang dilakukan mulai dari penangkapan sangat diduga itu sangat menyalahi aturan, maka itu kami menuntut polisi agar kasus Dandhy dan penetapan tersangka ini agar segera dihentikan," Tutup Jackson. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban